Hawa dingin menusuk tulang Sholeh, seorang kader baru HMI UMJ ketika jam menunjukkan pukul 1 dini hari (28-03-09) membuatnya segera beranjak dari tempat kos temannya dekat kampus UMJ.
Setelah dia dan kawannya itu bermain game playstation di kosan petakan itu dari selepas Isya. Malam itu Sholeh memang sedang kepingin jalan setelah dari sore dia ‘terpenjara’ dikosannya karena hujan lebat dan angin kencang yang melanda kawasan Ciputat.
Beruntung bagi Soleh, karena dia tidak jadi menginap di kosan temannya itu, karena rumah petakan yang ditinggali temannya itu pada pagi harinya luluh lantak oleh air bah dari Situ Gintung. Padahal jarak antara rumah petakan itu dengan tanggul Situ Gintung lumayan jauh sekitar 1 km.
Lain lagi cerita Faiz, salah seorang pengurus HMI Cabang Jaksel. Dini hari pukul 01.00 Jum’at itu, ia beserta kedua saudaranya Iwan (kader HMI UMJ) dan Zaid (Kader HMI UIN) yang tengah tidur tiba-tiba dikagetkan oleh ketokan pintu warga, yang menyuruhnya untuk segera mengungsi karena retakan sudah mulai terjadi di tanggul Situ Gintung. Mereka pun segera mengungsi ke Saudara mereka (Dzil Bakir) yang rumahnya lebih tinggi di seberang kampus STIE AD. Mereka pun berbondong-bondong ‘pindah tidur’ dan hanya membawa barang-barang secukupnya. Karena mereka beranggapan, meski kontrakan mereka cukup dekat dengan tanggul (+ 500 meter), tapi cukup aman karena termasuk dataran tinggi.
Tepat pukul 4.00, Faiz yang tengah tidur langsung terhentak bangun mendengar suara ledakan yang jebolnya tanggul Situ Gintung.
Tidak seberuntung dengan Soleh dan Faiz, Ali Guteres (Mantan Pengurus HMI Cabang Jaksel) yang tinggal di rumah pimpinan kerjanya di kawasan komplek Pratama. Dua mobil lenyap dan lantai satu rumah tersebut porak poranda oleh hantaman air bah Situ Gintung. Ijazah S1 Ali yang ia dapatkan setahun lalu dari Institut PTIQ pun ikut lenyap.
Situ Gintung sendiri, sudah menjadi hal yang tak terpisahkan bagi para kader HMI Jaksel. Karena sering kali mengadakan kegiatan di sana. Baik untuk diskusi, follow up LK, Out Bond bahkan Rapat PB HMI pun pernah dilaksanakan di sana. Kini, Situ Gintung menjadi kenangan yang begitu pahit untuk dilupakan. Banyak korban nyawa dan harta yang menelannya beserta kenangan-kenangan indah kader-kader HMI yang menyertainya.
Busthomi Rifa’i
Related Posts
- Kekayaan Pesisir Aceh Menjanjikan Tapi Kesejahteraan Masyarakat Menyedihkan
- Jaringan KuALA Surati KemenLH Terkait Operasi Pengapalan Lepas Pantai Biji Besi PT. LSM
- Inilah Dokumen Rahasia AS-Arab Saudi yang Dibocorkan Wikileaks
- Ketika Cinta Menggenapkan Agama: Ideologi Roman Islam
- Stephen Hawking: Taklukkan Luar Angkasa Kalau Tidak Punah












