Politik KAHMI Politik Ide

HMINEWS.Com – Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI), Mahfud MD menyatakan KAHMI tidak mungkin tidak berpolitik, sebab dari kelahirannya HMI juga merupakan perjuangan politik yaitu mempertahankan dan mengisi kemerdekaan. Akan tetapi politik seperti apa, itulah yang perlu ditegaskan.

“Politik dalam arti ide-ide, politik inspiratif. Memberikan kritik secara umum, tidak partisan, gerakan non-parpol seperti petisi-petisi dan lainnya,” ujar Mahfud MD dalam konferensi pers sebelum acara pelantikan Majelis Nasional KAHMI di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan Jakarta, Selasa (5/2/2013).

Mahfud mencotohkan, gerakan politik yang bisa dilakukan oleh bukan organisasi politik seperti KAHMI adalah seperti apa yang juga sering dilakukan ormas NU atau Muhammadiyah yang kadang membuat petisi untuk menentang kebijakan yang salah.

Sedangkan secara institusional, KAHMI tidak boleh digunakan sebagai kendaraan politik. “KAHMI-nya tidak boleh, orang-orangnya bebas,” lanjutnya.

Ia menjelaskan, personel pengurus KAHMI berasal dari berbagai latar belakang dan bergerak dalam berbagai bidang. Mereka yang berasa dari partai politik juga didorong untuk berpolitik dengan partai masing-masing, tetapi tidak menggunakan KAHMI.

“Meski berbeda partai politik, tetapi idenya harus satu, yaitu ide untuk memenangkan Indonesia.”

Share :

Leave a comment

Your email address will not be published.

*