Aku bertanya kepadamu
untuk rausyan fikri dan 15 juta
bocah lain yang 25 tahun lagi
mesti menanggung utang negeri, sedang hari ini
mereka masih terbata mengeja i-n-d-o-n-e-s-i-a…
Aku mengajukmu
untuk maria dan saudara-saudara seimannya, juga demi warga
manis lor yang digerinda keyakinannya oleh angkara jahanam
berkedok malaikat,
Beri aku jawaban,
demi 32 juta saudaraku yang tak pernah tahu apa yang mesti
mereka makan setiap hari, dan hanya menggantungkan jiwanya
pada recehan Rp 212 ribu per bulan, sedang persis di seberang jalan
para bangsawan-pencoleng melunaskan sebungkus rokoknya dengan
uang senilai itu,
Hey katakanlah kepadaku,
bagi Pak Marhaen dan 12 juta sedulur petani gurem lainnya
yang jengkal demi jengkal tanahnya ludes, dan mereka dipaksa
menanam dan memakan janji landreform yang tak pernah terwujud musim demi musim,
Adakah engkau menyimpan penjelasan,
bagi sedulur sikep yang sumber air di tanah leluhurnya hendak
dimusnahkan para dewa penghisap semen, seperti para kerabat
di Sidoarjo yang hidupnya digocoh kaum denawa penyembur
lumpur yang perut serakahnya penuh kotoran kehidupan,
katakanlah kepadaku,
demi mereka yang tak bersuara, bagi seluruh ketidak berdayaan
namun di setiap hati kecil itu mendentingkan pertanyaan,
Jawablah pertanyaanku Agustus,
bagaimanakah rasanya M E R D E K A?
Tulus Wijanarko
| Email: | tuluswijanarko@yahoo.com |
|---|













