Pembingkaian Berita Biaskan Persepsi Publik

HMINEWS.Com РSeringkali khalayak (massa) dibuat marah atau benci kepada seseorang melalui berita. Padahal khalayak yang menyaksikan atau mendengar secara  langsung menganggapnya biasa saja dan tidak bereaksi apa-apa. Namun tanggapan akan berbeda jika membacanya dari media massa.

Hal itu dikarenakan berita yang tersaji telah melalui pembingkaian (framing) berdasar kepentingan atau sudut pandang tertentu. Juga karena besarnya kecenderungan memelintir berita agar heboh, banyak diklik atau bisa karena ketidaksukaan pada sosok yang diberitakan, sehingga selalu yang diberitakan adalah hal-hal yang negatif saja.

Demikian papar Chamad Hojin, redaktur Sindo, dalam Training Jurnalistik Nasional LAPMI (Lembaga Pers Mahasiswa Islam) di Vila Baladegana, Gunung Geulis-Bogor, Sabtu (16/6/2012).

“Media massa punya kekuatan mem-framing dan selanjutnya menggiring opini khalayak dengan cara menghakimi,” lanjutnya.

Menurut mantan aktivis HMI yang pernah bergiat di LAPMI  tersebut, pemelintiran itu tidak lepas dari berbagai kepentingan pemodal maupun sikap (kebijakan) yang diterapkan. (Wiidi)

Share :

Leave a comment

Your email address will not be published.

*