Lebih dari satu dasawarsa, kehadiran Forum Lingkar Pena mewarnai dinamika kesusastraan Indonesia. FLP adalah sebuah hal yang fenomenal,begitu ungkap Taufik Ismail mengenai organisasi yang didirikan Februari 1997 yang lalu. Perjalanannya hingga kini sedang berada dalam proses penataan dan manajerial sebagai sebuah tahapan menjadi organisasi yang makin matang. Terik panas Surakarta menjadi saksi sebuah harapan para anggota FLP yang terrangkum dalam perhelatan Musyawarah Nasional (Munas) II FLP dari tanggal 14-16 Agustus kemarin.
Dalam perjalanannya yang kini menginjak tahun keduabelas, FLP telah mampu beranak pinak hingga memiliki sekitar 26 wilayah dan hampir ratusan cabang di dalam dan luar negeri. FLP telah mengorbitkan banyak nama-nama besar penulis dengan genre sastra “Islami”nya. Melihat perkembangannya yang luar biasa, FLP dituntut sebuah kesadaran untuk melakukan profesionalitas dalam dakwah yang dijalankannya. Profesionalitas tersebut terejawantah dalam sebuah system yang mampu melakukan pengorganisasian terhadap himpunan/forum tersebut.
FLP itu besar, tapi sebenarnya masih amatir, itu yang diungkapkan oleh M.Irfan Hidayatullah, Ketua Umum FLP periode 2005-2009. Dikatakan amatir karena sebenarnya FLP belum memiliki sebuah sistem yang jelas atau masih sebatas sebuah forum tanpa aturan keorganisasian yang mapan.
Rangkaian acara Munas II diawali dengan One Stop Literacy Forum dengan mengangkat tema “Sastra , Obat Luka-Luka Bangsa”. Acara dengan kemasan seminar ini menghadirkan pembicara penulis-penulis nasional yang namanya sudah terkenal seperti Asma Nadia, M.Irfan Hidayatullah, dan dari praktisi akademis serta dari kementerian Pemuda dan Olahraga . Siang harinya dilanjutkan dengan agenda “Pena Award” dan Parade Sastra yang diselenggarakan pada Jumat (14/8) di Taman Budaya Jawa Tengah-Surakarta . Rangkaian acara tersebut menjadi opening act dari MUNAS II FLP 2009. Adapun rangkaian sidang Munas II sendiri diselenggarakan di Asrama Haji Donohudan- Solo.
Dalam munas II ini terjadi banyak improvisasi yang akan menjadikan perubahan besar-besaran dalam tubuh FLP. Selain penataan konstitusi, juga telah disahkannya sebuah modul kaderisasi dan pengembangan organisasi melalui jaringan dan usaha dana. Paradigma FLP kini menjadi semakin mantap sebagai sebuah organisasi profesi yang independen dengan tiga unsur pentingnya yaitu : keIslaman, kepenulisan, dan keorganisasian. Hal ini diharapkan menjadi sebuah langkah awal FLP untuk menjadi sebuah organisasi yang lebih besar lagi dalam menjalankan visi-misi dakwah melalui tulisan.
Dalam MUNAS II ini juga telah terpilih susunan Dewan Pertimbangan dan Ketua Umum FLP untuk Badan Pengurus Pusat (BPP) yang baru untuk periode 2009-2013. Susunan Dewan Pertimbangan FLP untuk periode 2009-2013 terdiri dari : Habibburahman El Shirazy; M.Irfan HIdayatullah; Gola Gong; Muthmainah dan Muti M. Sedangkan untuk ketua umum FLP terpilih yaitu Izzatul Jannah yang akan mengemban amanah untuk periode 2009-2013. Terpilihnya Izatul jannah dalam sidang pemilihan berlangsung meriah dan sangat demokratis melalui musyawarah mufakat. Izzatul Jannah merupakan salah satu penulis unggulan yang dimiliki Forum Lingkar Pena. Izzatul Jannah berhasil meraih simpatik ratusan peserta munas dengan visi-misi dalam kampanyenya untuk membawa FLP dalam tahapan-tahapan tahunan dengan target-target yang terarah. Dalam sambutan pertamanya sebagai ketua umum BPP FLP, Izzatul Jannah mengungkapkan program seratus hari-nya untuk mengoptimalkan potensi-potensi seluruh jajaran kepengurusan FLP di tingkatan ranting, cabang, wilayah, dan Pusat. (nta)












