Mahasiswa : Pemerintahan SBY-Boediono Sulit Bawa Perubahan

Berbagai kalangan mahasiswa menilai terpilihnya Sby-Boediono menyisakan banyak  kekhawatiran. Menurut mereka, sebagai figur yang dikenal berpaham ekonomi neoliberal, SBY-Boediono sulit diharapkan bisa membawa perbaikan terhadap bangsa ini, terutama dalam bidang ekonomi. Menurut Ahmad Subhan, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, pemerintahan kedepan  dipastikan amburadul jika dipimpin oleh figur penganut paham ekonomi neoliberal. Subhan mengatakan,  Boediono menempati posisi amat strategis dalam penentuan kebijakan-kebijakan pemerintah. Terlebih lagi SBY sendiri kemungkinan besar memberi keleluasaan bagi pendampingnya dalam menggariskan kebijakan di sektor ekonomi.

” Jika negara ini dipimpin oleh antek neolib, maka jangan berharap akan ada ekonomi yang berpihak pada rakyat kecil”, kata Ahmad.

Subhan juga mengatakan SBY dan Boediono tidak cocok berpasangan memimpin negara ini. Menurutnya  mereka berdua kurang greget dan terkesan lamban dalam mengambil kebijakan stategis untuk memajukan bangsa ini.
“Indonesia butuh pemimpin yang berani melahirkan terobosan baru untuk perubahan bangsa ini,” kata Ahmad.

Muhammad Ismail, Sekretaris Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menilai terpilihnya SBY-Boediono merupakan suatu kesalahan. Selama lima tahun berkuasa, kata Ismail, SBY telah menempatkan peran negara sebagaimana yang dikehendaki pihak asing dan liberalisasi. Menurut Ismail, sudah banyak kebijakan masa lalu pemerintahan SBY  yang tidak berpihak pada rakyat kecil. Diantaranya adalah penetapan UU BHP, UU migas dan beberapa kebijakan  di sektor lain yang sangat merugikan rakyat.

“Terpilihnya SBY tidak akan membawa perubahan apa-apa bagi kelangsungan bangsa ini, bahkan kehancuran bangsa ini tinggal menunggu waktu saja”, kata Ismail

Sementara itu Rudy Afriansyah, aktivis FORKOT juga mengatakan kekecewaan yang dalam atas terpilihnya kembali SBY menjadi presiden. Menurut Rudi, dimasa pemerintahan SBY yang lalu, banyak rakyat  yang masih hidup dalam garis kemiskinan dan penderitaan . Dia juga mengatakan SBY tidak mempunyai program yang jelas tentang pembangunan ekonomi.

” Terpilihnya SBY berarti, mari kita lanjutkan penderitaan, lanjutkan kemiskinan dan kesengsaraan rakyat,” tutur Rudy. (Rita Z)

Related Posts

  1. Tokoh Lintas Agama Berjuang Tak Harap Pamrih
  2. Memalukan, Sikap Kritis Golkar Hanya Ingin Kejar Kekuasaan Doang!
  3. Anies Baswedan: Perlunya ‘Eskalator’ Yang Terjangkau
  4. HMI (MPO) Minta Golkar Berubah
  5. Kapten Baru Untuk HMI Indonesia Bagian Tengah

3 Responses for “Mahasiswa : Pemerintahan SBY-Boediono Sulit Bawa Perubahan”

  1. zamzami says:

    proses demokrasi yang kita jalani bersama secara defakto terpilihnya SBY-BUdiono. senang atau tidak senang itulah kenyataan yang ada dan harus kita hadapi. tentu kita yang bergerak di organisasi kader dan pergerakan punya peran strategis mengawali pemerintahan ini…

  2. mahasiswa hukum uii says:

    setuju kawan mungkin kita tunggu kehancuran atas serangan neolib yang semakin sistematis dilakukan oleh penguasa yang akan datang,
    tapi ya kita doakan aja jgn sampai klewatan klu gak kita harus revolusi lg kayak 98 tempo dulu yang pernah duduki senayan sambil berteriak-teriak itu lho hehe.. aku mau kok ikut-ikutan turun kejalan walaupun aku bukan aktivis seperti GMNI atau temen aktivis lainya tp aku salud buat aktivis yang komidmen untuk sering demo dijalan.

  3. aszx says:

    Mengap harus seperti itu…

    Aku hanya ingin menyampaikan pesan kepada HMI agar terus maju..

    Mengapa mahasiswa sekarang kalua demo selalu ricuh… Dimana kehormatan mahasiswa jika sperti itu..

    Penyampaian aspirasi yang ricuh adalah KETOLOLAN..

Leave a Reply

WordPress Blog
Tentang Kami - Login Redaksi - Webmail Redaksi