Komis XI DPR Bahas RUU Mata Uang Di Hotel, Ada Apa?

Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis

HMINEWS.COM- Pembahasan mengenai Rancangan Undang-undang (RUU) mata uang, seharusnya tetap dilakukan di Gedung DPR/MPR RI, bukan di hotel. Jadi menutup peluang dilakukan negosiasi dan transaksi.

“Harusnya tetap dilakukan di Gedung DPR RI, kalau dibahas di luar takutnya akan masuk angin atau terjadi banyak negoisasi,” ucap Pengamat Ekonomi dari INDEF, Aviliani, Minggu (29/8).

Dalam hal ini, para analis mendesak menkeu sebaiknya jangan mau rapat di hotel karena publik curiga ada arah negosiasi fulus soal RUU mata uang itu. ”Ini mencurigakan, diduga ada pat gulipat. Apalagi ada Emir Muis di situ, biangnya ,”kata seorang pengamat ekonom UI yang enggan disebut namanya.

Aviliani menuturkan, peluang negoisasi akan semakin sempit jika pembahasan dilakukan di Gedung DPR/MPR RI, pasalnya akan terdapat banyak pihak yang secara langsung atau pun tidak langsung mengawasi pembahasan itu. “Kalau di hotel akan sedikit yang mengawasinya, pembahasan RUU ini harus terus diawasi,” ucapnya.

Seperti yang diketahui, mulai pekan depan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Mata Uang tak lagi bertempat di Gedung DPR, tetapi di hotel. Rencananya, pembahasan akan dilakukan di Hotel Arya Duta, Lippo Village, Tangerang, setiap Rabu dan Kamis.

Hal ini merupakan keputusan rapat kerja Komisi XI DPR dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. “Agar lebih efektif dan cepat selesai,” kata Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis saat memimpin rapat, Kamis (26/8).

Mulai Rabu besok, pembahasan Rancangan Undang-Undang Mata Uang tak lagi bertempat di Gedung DPR, tetapi di hotel. Rencananya, pembahasan akan dilakukan di Hotel Arya Duta, Lippo Village, Tangerang.

Keputusan ini setelah mempertimbangkan duangan DPR akan terpakai untuk rapat. Pansus RUU Mata Uang harus bergantian dengan jadwal rapat lain setiap akan melanjutkan rapat pansus. Walaupun rapatnya dilakukan setiap hari Rabu dan Kamis saja, kondisi ini dinilai cukup mengganggu. “Agar lebih efektif dan cepat selesai,” kata Ketua Komisi XI DPR Emir Moeis saat memimpin rapat, Kamis lalu usai kesepakatan itu diputuskan di Komisi XI.

Namun DPR keberatan kalau hasrat rapat di hotel merupakan keinginan mereka semata. Pemilihan ruang rapat di hotel tersebut bukan keputusan DPR sendiri melainkan juga pemerintah. “Ini sudah kesepakatan bersama,” jawab Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mencoba memperjelas.

Ia menambahkan, ruang rapat dipilih karena kepadatan jadwal rapat di Komisi XI DPR karena ruang tersebut digunakan untuk pembahasan Panitia Khusus (Pansus) Otoritas Jasa Keuangan (OJK). [] Rima/dni

Share :

Leave a comment

Your email address will not be published.

*