Ketua Umum Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Rahman Thoha Budiarto dikudeta karena hadir dalam deklarasi yang mendukung Mega-Prabowo di Bumiwiyata, Depok, Rabu 10/06/09).
“Padahal, posisi saya saat itu sebagai undangan dan tidak mendukung salah satu pasangan. Saya juga tidak ikut kontrak politik, tapi kami menghargai calon yang menolak neoliberalisme,” kata alumnus Fakultas Teknik UGM itu.
Prabowo dan Megawati adalah calon yang selama ini mengkampanyekan anti neoliberalisme. Selama kepemimpinan mantan presiden BEM UGM itu, KAMMI berulang kali berdemo menolak Boediono. Padahal, sebagian besar alumnus KAMMI sekarang aktif di PKS yang jelas-jelas mendukung SBY. “Selama ini, KAMMI konsisten menolak liberalisme baik rezim mau pun cawapres. Saya menilai ini membuktikan KAMMI sudah diintervensi kekuatan luar, yakni dari capres tertentu yang anti dengan isu neolib,” ujar Amang, panggilan Rahman Thoha.
Amang sejatinya akan memimpin hingga akhir 2010. Dia terpilih dalam Muktamar VI KAMMI di Makassar pada November 2008. Dia telah diturunkan MPP KAMMI yang terdiri atas Hendro Susanto, Febriyansah, Taufik Amrullah, dan Budiana. Dengan alasan pelanggaran konstitusi, Hendro dan kawan-kawan mengumpulkan ketua-ketua KAMMI Daerah. Sebenarnya, para ketua KAMMI daerah itu akan mengikuti forum rapimnas yang direncanakan Amang. Namun, agenda tersebut dibelokkan menjadi muktamar luar biasa (MLB) yang diadakan di Graha Wisata Kuningan, Jakarta Selatan, mulai Selasa malam (16/6). “Awalnya, saya pribadi merencanakan rapimnas KAMMI nasional, tapi kemudian peserta disabotase dengan dipaksa diarahkan ke Kuningan. Saya sebagai ketua umum resmi, tidak mengetahui agenda itu,” katanya.
Setelah lengser, Amang menyatakan tetap akan bergerak di luar KAMMI. “Ada ratusan teman-teman yang solid dengan gerakan antineolib. Kami akan buat jaringan aksi nasional mahasiswa untuk melawan neoliberalisme,” tandasnya. (JPN)
Tags: Gerakan
Posted in: News | 11 Comments »
Another Posts:
« Muhammad Chozin Terpilih Sebagai Ketua Umum PB HMI
Prabowo Janji Cabut UU BHP ke Mahasiswa »
Jika anda menemukan kekeliruan dalam artikel ini dan atau berkeinginan mengirimkan artikel, silahkan hubungi Departemen Redaksi e-mail: redaksi@hminews.com
Untuk pemasangan iklan, silahkan kirim ke e-mail: iklan@hminews.com
Bukan karna anti neolib bos…ini masalah organisasi KAMMI agar terselamatkan puluhan tahun ke depan…
@ Almy,
Ini menandakan KAMMI tidak independen, masih bisa dengan sangat mudah dikendalikan oleh pemerintah. Jangankan usaha penyelamatan puluhan tahun kedepan.
HMI-pun sering mendapatkan intervensi, infiltrasi dari luar, dan cobaan-cobaan menyedihkan lainnya.
HMI tetap bisa independen, tanpa berpihak ke manapun dengan mengorbankan idealisme.
Ijadi, dengan begitu, idealisme bisa ditukar dengan jatah politik bukan??
KAMMI harusnya berkaca dengan kudeta ketuanya.
tentu gerakan mahasiswa tidak lagi harus miris dengan politik.
sehingga pemecatan ketau KAMMI adalah kegagalan menata gerakan.
\\"Independensi\\" harus diredefinisi kembali, agar tidak melahirkan korban.KAMMI telah keliru memecat Ketuanya. pemecatan tersebut menguatkan dugaan jika KAMMI adalah kaki tangan kelompok politik tertentu. dan pemecatan ketuanya kesannya adalah murni soal kekuasaan.
bsk buat KAMMI perjuangan kang ;-D
hahahaha,,, KAMMI,, dasar wahabi!!! otak mati!! sok suci!! bicara mengutamakan akhirat.. tapi doyan bisnis juga… ngakunya ahli ibadah.. tapi doyan gosip… mereka tidak beda jauh dengan raja n pangeran saudi yang haus materi tanpa melihat kehormatan agama….
Tidak perlu heran atas pemecatan ketua KAMMI. Tidak perlu kaget juga bila KAMMI diintervensi kekuatan asing. Memang sejak awal KAMMI hanya dibuat sebagai kepanjangan tangan dari PKS untuk mengkooptasi dan merusak gerakan mahasiswa. Lebih parahnya, mereka menjual agama untuk kepentingan politik PKS. Terbukti, yang mereka tahu hanya bagaimana memanjangkan jenggot, meninggikan celana, berdemo apabila disuruh PKS. Sungguh, saya [rihatin dengan mahasiswa yang berhasil dikibulin untuk masuk PKS dan menjadi kacungnya PKS. Naudzubillahimindalik…..
Agama bukan Barang dagangan….jangan mau di bodoh-bodohin terus…
suruh ngaji suruh solat,suruh dzikir…ketuanya Anti Neolib ko di Kudeta
parah KAMMI…ko mahasiswa mau di kandangin…emang kambing….dikandangin…lawan ketua…KAMMI ga beres….NGACO…..jenggot boleh panjang…otak juga perlu rasional…………
KAMMI = PKS = Sama-sama jual Iman untuk kekuasaan.
Sama-sama Gak beres semuanya.
PKS = Partai Kurang Sehat.
KAMMI = Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Ideot.
“bukankah islam mengajarkan saling menghargai perbedaan”
jika ada saudaranya yang keliru dalam membela hak-haknya orang lemah harus diingatkan bukan di hina, dicaci, cemooh maupun di diskriminasikan, dilingkungan umat lainya?. mereka hanya segelintir pemikiran manusia sederhana yang harus di beri bimbingan yang terus menerus diingatkan. bukan dijauhkan apa lagi ditinggalkkan. dekatilah dan bimbinglah uamat muslim yang keliru dijalan yang sesat sebagai kaum intelektualmuda (alias frakmatis). HMI harus membimbingnya bukan meng hina karna mereka juga saudara kita yang masih mudah dalam proses mencari kebenaran yang sesungguhnya. itulah tugas HMI. HMI jgn sampai terjebak dengan prakmatisme yang selalu ditawarkan didepan mata. serta karakter perjuangan dan perlawan harus ditunjukan.agar tidak jadi pengikut manusi-manusia yang sesat dan penindas.
Penting kiranya jikalau kita mengutarakan pendapat dengan informasi yang benar, lengkap dan akurat. Istilah Kudeta yang diartikan merebut kekuasaan dengan inkonstitusional dalam hal ini pun tidak benar adanya. Aturan konstitusi kita yang menyebutkan pergantian ketua umum dengan syarat 2/3 jumlah daerah pun kita jalankan terkait masalah ini.
Saya pikir ada hal urgen yang bisa anda utarakan, tidak seperti yang diatas. misal, saya baca di page website ini, ada arahan untuk rekan2 melakukan konsolidasi gerakan pasca pilpres. Nah, dengan kalimat2 diatas apakah ini tidak kontradiktif dengan agenda konsolidasi gerakan yang akan kita bangun? Salam.