Muslim Patani Berjuang Sendiri

HMINEWS.Com, Jakarta – Muslim Patani tidak mau disebut sebagai orang Thai. Mereka mengklaim sebagai entitas tersendiri, yaitu entitas Melayu Muslim. Bahkan pernah berdaulat dan punya sultan tersendiri sebelum dicaplok Thailand pada 1909.

Menurut Sekjen PULO (Patani United Liberation Organisation), Abu Jihad yang diwawancarai HMINEWS.Com di Jakarta, Rabu (14/12). Aneksasi pemerintah Thailand dan operasi militer yang terus berlanjut telah memakan banyak korban jiwa.

“Korban syahid rakyat Patani mencapai 4.000 (empat ribu) jiwa sejak 2004 hingga sekarang. Sedangkan korban luka-luka, dari pihak Patani maupun Thailand sampai sekarang melampaui angka 50.000 jiwa,” kata Abu Jihad.

Selain operasi militer, Thailand menempuh cara-cara lain dalam memperlakukan entitas Patani, seperti ‘mendefinisikan’ mereka sebagai orang Siam, namun tetap ditolak.

“Mereka juga mengganti nama-nama Islam dengan nama-nama lain. Baik nama-nama orang maupun nama-nama tempat, kampung-kampung dan sebagainya,” lanjut Abu Jihad dalam bahasa Melayu.

Kekerasan yang terus berlanjut membuat generasi muda Patani banyak yang memilih hijrah ke Malaysia yang lebih aman. Mereka rata-rata adalah penduduk yang berumur antara 18-27 atau 30 tahun.

Kasus yang belum lama terjadi, tentara Thailand menembaki sebuah masjid yang penuh oleh jamaah. “Padahal mereka adalah rombongan Jama’ah Tabligh yang biasa berkeliling kampung-kampung (bahkan antar negara).”

Hingga kini, Negeri Patani yang jumlah penduduknya mencapai 4juta jiwa tersebut masih terus berjuang untuk memperoleh kembali kedaulatan mereka dan mendapatkan pengakuan internasional. Melalui perjuangan bersenjata hingga diplomasi di PBB, OKI (Organisasi Konferensi Islam) dan lainnya.

Namun perjuangan makin berat, sebab tidak banyak yang membantu, termasuk negara-negara muslim terdekat di ASEAN yang mengelilinginya. Sedangkan Malaysia yang terdekat, kata Abu Jihad, takut dengan Thailand. (Fathur)

Share :

Leave a comment

Your email address will not be published.

*