Hiruk pikuk memperingati hari buruh internasional di berbagai belahan dunia diwarnai beragam aksi. Tak ketinggalan HMI MPO juga menggelar aksi di Bundaran Hotel Indonesia dan di depan Istana. Aksi ini juga diwarnai dengan drama treatrikal yang menggambarkan penindasan pemerintah terhadap buruh.
Massa aksi ini datang ke Bundaran Hotel Indonesia Jakarta, Jum’at (1/5/09) sekitar pukul 14.00 WIB dengan memakai pakaian hitam dan mengusung keranda. Ini adalah gambaran kedukaan yang mendalam atas meninggalnya hati nurani para elite politik yang terus mengesampingkan nasib buruh. Sesampainya di Bundaran HI, massa aksi langsung menggelar orasi untuk menuntut pemerintah memperhatikan nasib para buruh.
Dalam orasinya, massa menegaskan, kondisi buruh saat ini sangat kontras dengan kehidupan elite politik dan para pengusaha. Menurut mereka beban berat yang harus dipikul buruh selama ini , tidak sebanding dengan upah yang mereka terima.
“Saat ini buruh hanya dijadikan robot oleh pemerintah dan pengusaha, sistem kerja kontrak yang saat ini dilakukan para pengusaha, sangat merugikan buruh”, kata koordinator aksi Abdul Ghofar.
“Pemerintah harus menghapus sistem kerja yang tidak berpihak kepada kepentingan buruh tersebut,” lanjut Ghofar.
Sebagai bentuk keprihatinan yang mendalam terhadapa nasib buruh, Ghofar mengatakan bahwa HMI menolak keras segala peraturan pemerintah yang mengesampingkan nasib buruh. Untuk itu, HMI menuntut pemerintah untuk mengembalikan kesejahteraan buruh dengan memberikan perlindungan sebesar-besarnya terhadap hak-hak dasar buruh dengan menghapus sitem outsourcing di dalam hubungan industrial.
Muhammad Insan Kamil ketua HMI Cabang Jakarta Selatan, dalam orasinya dia menuntut pemerintah untuk segera menghapus UU NO:13 Tahun 2003, menurutnya UU tersebut merupakan suatu bukti dari bobroknya sistem yang berlaku di negara ini.
” UU No:13 merupakan suatu sistem yang dikembangkan pemerintah untuk membunuh buruh, ini adalah UU setan yang menghacurkan nasib buruh”, kata Kamil.
“Kita selaku mahasiswa Islam harus segera menuntut pemerintah agar menghapus UU tersebut”, tambah Kamil
Setelah melakukan orasi didepan bundaran HI, massa aksi langsung mengadakan Long macth menuju Istana Negara.
Di istana negara massa aksi kembali meneriakkan tuntutan keras kepada pemerintah untuk segera memperhatikan nasib para buruh.
Cut Rita Z
Related Posts
- Kekayaan Pesisir Aceh Menjanjikan Tapi Kesejahteraan Masyarakat Menyedihkan
- Mengakses Keceriaan Kanak-kanak lewat Circle of Laughter
- Ketua Umum PB HMI : Korporasi dan Birokrasi Berkolusi, Rampok Uang Rakyat!!
- Stephen Hawking: Taklukkan Luar Angkasa Kalau Tidak Punah
- Mahasiswa Bojonegoro Demo Blok Cepu












