Hanya Mengejar Kekuasaan, Mahasiswa Kehilangan Orientasi

HMINEWS.Com – Mahasiswa kini kehilangan orientasi, sibuk mengejar kekuasaan dan malas mengkaji, justru terjadi di saat yang penuh kebebasan pascareformasi. Fokus mahasiswa pada umumnya adalah kekuasaan, sehingga tugas intelektualnya banyak terabaikan.

“Mahasiswa sudah kelihangan orientasi dan idealisme. Arahnya sudah mengejar-ngejar kekuasaan. Mahasiswa, mana ada sekarang yang berdiskusi intens, padahal semua tersedia. Pada zaman Sukarno-Suharto kan semuanya serba terbatas. Di zaman Suharto mahasiswanya masih lebih ideal, diskusi tersebar di mana-mana, menjamur, di lantai-lantai. Sekarang tidak ada lagi,” kata pengamat politik Universitas Indonesia saat menghadiri Pembukaan Pleno III PB HMI MPO di Jakarta, Ahad (24/2/2013).

Karena tidak ada diskusi itulah, mahasiswa kehilangan orientasi dan sibuk mengejar hal yang tidak substansial. “Tidak ada tukar pikiran, tambahan pikiran, evaluasi pikiran. Tidak ada lagi,” lanjutnya.

Arbi memberikan contoh aksi mahasiswa yang mengatasnamakan membela kepentingan rakyat, tetapi di saat yang sama sembari mengganggu kepentingan rakyat pula, misalnya dengan memblokader jalur kereta api. Hal itu umumnya karena mahasiswa merasa cukup hanya dengan mendapatkan ilmu dalam perkuliahan saja.

“Padahal dosennya ngibul aja itu, yang ngasih kuliah kan asisten. Dosennya aja masih kuliah dari bahan yang dari dulu tidak pernah diperbaiki,” tandasnya.

Share :

Leave a comment

Your email address will not be published.

*