Batalkan TDL, Aliansi Buruh dan Mahasiswa Kepung Istana

Ribuan massa aksi menolak TDL (doc. hminews.com)

Jakarta, HMINEWS.COM- Ribuan Mahasiswa dan Buruh yang tergabung dalam gerakan aksi nasional batalkan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) dan turunkan harga  berunjuk rasa di depan Istana Negara sabtu (7/8/10) di Jakarta, Demonstran menuntut Pemerintah SBY-BOEDIONO untuk turun dari jabatannya.

Dalam aksinya yang berlangsung hingga pukul 16.30 WIB, mereka membawa berbagai spanduk yang diantaranya bertuliskan ‘Tolak Kenaikan Harga TDL’, ‘Turunkan Harga Sembako’, Batalkan Kenaikan TDL’, ‘Pemerintah SBY-Boediono dan Parlemen Gagal Sejahterakan Rakyat’.

Para demonstran menilai Pemerintahan SBY-BOEDIONO telah gagal dalam mensejahterahkan masyarakat, Kenaikan TDL yang diikuti dengan naiknya harga kebutuhan pokok makin menyiksa rakyat miskin, yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin.

“Kami turun ke jalan karena rakyat harus menanggung beban kenaikan harga yang luar biasa tingginya sebagai dampak kenaikan Tarif Dasar Listrik,” kata Humas Gerakan Perlawanan Nasional, Budi Wardoyo saat unjuk rasa berlangsung.

Kebijakan pemerintahan SBY-BOEDIONO dalam menaikkan tarif dasar listrik adalah satu dari sekian banyak kebijakan yang berdampak buruk pada kehidupan kaum perempuan dan rakyat miskin, demikian dikatakan Dian Novita, Sekretaris Nasional Perempuan Mahardikha.m

Menurut Perhimpunan Rakyat Pekerja, Kenaikan TDL merupakan kebijakan yang anti pada rakyat miskin, akibat dari kebijakan tersebut, rakyat harus semakin dalam merogoh koceknya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya, dimana kebijakan tersebut hanya menguntungkan para pemilik modal dan elit politik negeri ini, ujar mika.

Di sisi lain, rakyat juga harus menanggung beban kenaikan harga yang luar biasa tingginya, terutama kenaikan harga sembako bahkan kenaikan harga cabe dan bawang yang sangat luar biasa tingginya, apalagi menjelang bulan Ramadhan, yang sudah pasti akan terjadi lagi kenaikan harga.

Sebelumnya pada 1 Juli 2010, pemerintah menaikkan TDL, dimana kenaikan tersebut langsung memicu kenaikan harga, karena secara umum terjadi peningkatan biaya produksi di segala sektor industri termasuk  pertanian dan perikanan, sehingga barang-barang di pasar langsung melonjak naik.

Kenaikan TDL, disebabkan oleh kebijakan pemerintah yang mencabut subsidi listrik dengan alasan bahwa subsidi listrik sangat membebankan APBN, sementara pemerintah tidak punya uang.

Para demonstran menilai kebijakan tersebut jelas tidak rasional, justru APBN kita di habiskan untuk membayar cicilan bunga hutang luar negeri dan cicilan pokok hutang dalam negeri, jadi bohong kalau dikatakan pemerintah tidak punya uang, jelas massa aksi.

Korlap aksi, Mutiara Ika Pratiwi, dari PEMBEBASAN (doc. hminews.com)

Selain di Jakarta, aksi tolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) tersebut juga  diikuti di berbagai kota di Indonesia, diantaranya Bandung, Yogyakarta, Manado, Surabaya, Bitung dan lain-lain,  kata Ika, Koordinator aksi.

Dalam Aksi ini juga di tampilkan teatrikal dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yang menggambarkan betapa keji dan kejamnya pemerintahan SBY-BOEDIONO terhadap rakyat miskin, banyak rakyat yang menderita akibat  kenaikan TDL tersebut.

Aksi ini merupakan  aksi gabungan dari beberapa elemen gerakan seperti SBTPI, PPBI, GESBURI, SP PLN, PEMBEBASAN, HMI-MPO, LMND, IMM, PMII, PMKRI, HIKMAHBUDHI, Repdem, FPPI, SMI, KPOP, Perempuan Mahardika, PPRM, PPI, KPRM PRD, PN PII, KASBI Jakarta, Petisi 28, SEBUMI, dan lain-lain.

Demonstrasi ini berlangsung tepat di seberang Istana Negara dan berjalan aman. Para buruh dan mahasiswa dijaga ketat oleh ratusan petugas polisi. []dni

Share :

Leave a comment

Your email address will not be published.

*