Amankan Penerbangan, Frekuensi Radio Tidak Berizin Ditertibkan

HMINEWS.Com Р Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mengatakan tidak benar gangguan frekuensi radio telah sedemikian ekstrem mengancam penerbangan. Namun begitu Dirjen Perhubungan dan  Kemenkominfo mengambil langkah tegas menertibkan penggunaan frekuensi radio yang tidak berizin.

Demikian dikatakan Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI), Muhammad Budi Setiawan dalam Rapat Dengar Pendapat Dirjen Perhubungan, Kemenkominfo dengan DPR, Selasa (29/5/2012).

“Adalah tidak benar gangguan frekuensi penerbangan sudah demikian ekstrem. Informasi tersebut penting, karena minimal menepis anggapan yang sempat berkembang, bahwa gangguan frekuensi peenrbangan diibaratkan seperti neraka sebagaimana pernah dikemukakan oleh seorang pilot pesawat penerbangan tertentu,” kata dia sebagaimana ditulis situs resmi Kemenkominfo.

Solusi akan diajukan kepada ITU (International Telecomunication Union) berupa pengalokasian frekuensi tertentu dan mendorong perangkat lokal untuk rakyat. Karena sebagaimana banyak ditemukan gangguan frekuensi sering muncul dari komunikasi antar nelayan.

Selain itu penggunaan spectrum frekuensi radio harus sesuai dengan peruntukan, mengacu kepada Izin Stasiun Radio (ISR) dan Izin Amatir Radio (IAR) yang ada.

Sehubungan dengan itu, Komisi I DPR-RI mendesak Kemenkominfo bertindak lebih tegas bila menemukan adanya penggunaan frekuensi radio yang tidak berijin atau tidak sesuai ISR dan IAR. Komisi I DPR-RI mendukung langkah Kemenkominfo untuk melengkapi dan meng-up date peralatan yang digunakan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian terhadap penggunaan spectrum frekuensi radio dalam rangka peningkatan kinerja Kemenkominfo.

Frekuensi radio penerbangan diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi. []

Share :

Leave a comment

Your email address will not be published.

*