Aktivis Kuliah Cepat

Bedjo Sudjanto Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berharap mahasiswa yang aktif di organisasi bisa lulus cepat. Ia kecewa dengan aktivis yang belum lulus hingga enam belas semester karena aktif dalam organisasi dan memohon perpanjangan kuliah. “Jangan lulus terlalu lama, kasian kan adik kelas, beri kesempatan pada yang lebih muda.” Kata Bedjo

Bedjo yang terpilih untuk kedua kalinya menjabat sebagai Rektor UNJ mengatakan mahasiswa yang lulus cepat itu membantu sirkulasi kampus yang dapat memberi peluang bagi mahasiswa baru memenej biaya dan waktu kuliah. Menurutnya sekarang ini unit kegiatan mahasiswa banyak dikuasai mahasiswa senior yang belum lulus sehingga tidak memberi ruang gerak kepada mahasiswa baru.

“Sekarang ini UKM banyak dikuasai mahasiswa yang tua – tua. Dia lagi, dia lagi jadi tidak regenerasi,” ujar Bedjo. “Menurut saya, aktivis bisa saja lulus tepat waktu, delapan semester lah. Kan ada semester pendek untuk memperbaiki nilai kalau ada yang jelek,”

Pilihan mahasiswa untuk lulus cepat  banyak diambil untuk meringankan biaya kuliah dan tidak ingin berlama – lama di kampus. Hendrawanto mahasiswa UNJ yang menyelesaikan kuliahnya dalam waktu tujuh semester mengaku dapat menyelesaikan kuliah dengan tetap berorganisasi. Semasa kuliah Hendra aktif di Badan Ekskutif  Mahasiswa (BEM) dan mengajar di luar kampus. IPKnya : 3,7 !! “Insyaallah lulus S1 cepet untuk melangkah ke jenjang berikutnya.” ucap Hendra mengungkapkan alasanya menyelesaikan kuliah cepat.

Begitu juga Nugraha Mahasiswa Fakultas Ekonomi UI merencanakan lulus 3,5 tahun agar bisa cepat berkarir. Nugraha seorang aktifis Rohis, yang pernah menjabat sebagai Ketua Front Studi Islam Fakultas Ekonomi UI. “Gue  kan pengen cepet – cepet merit dan cari duit,” gurau Nugraha.

Berbeda dengan Shanti Mahasiswa UNJ yang mengulur kuliahnya hingga Sembilan semester dengan alasan tidak ingin menganggur setelah lulus. “Gue bisa aja lulus sekarang, empat tahun pas, tapi malu kalau habis lulus pulang kampung, masih pake uang orang tua,” kata Shanti.

” Jadi sebelum gue bisa cari uang sendiri, gue ga mau lulus,, kan masih ada alasan kuliah biar masih dapet kiriman dari ortu.” Shanti pernah menjabat Ketua Racana UNJ, Jakarta. (Leily)

Related Posts

  1. Menpora Andi Layak Jadi Jubir SBY
  2. Lima Negara Arab Terancam Tumbang!
  3. HMI MPO Ambil Bagian dalam Hari Anti Korupsi Sedunia
  4. Datep Calon Imam Nasional Ikamenwa 2009 dari DKI
  5. Mahasiswa Semarang Gelar Refleksi Sumpah Pemuda

5 Responses for “Aktivis Kuliah Cepat”

  1. Media Arief Risqie says:

    Kalo Aktivis Lulus Tepat gimana?

  2. nurul says:

    gimana apanya? bagus donk.. berarti aktivis cerdas ga jd MA

  3. Harun says:

    Sebenarnya Kuliah Lu2s cepat adalah bagus. Selain hemat waktu dan uang. klo mslh pengalaman organisasi, Setelah lulus kita bisa saja bermasyarakat. gk harus memikirkan pekerja’an nanti apa atau gimana. Atau setelah S1 lanjut S2. gak menutup kemungkinankan nasib kita gimana. yg terpenting adalah ikhtiar.

  4. dwi says:

    sy pengen kuliah lagi tp karena waktu kerja sy yg tdk memungkinkan kira2 brp biayanya sehubungan sy pernh kuliah.tq

  5. sonny says:

    klo saya tau kuliah cepat yang jelas n beneran cuma di http://www.interlifeuniversity.com

Leave a Reply

Free WordPress Themes
Tentang Kami - Login Redaksi - Webmail Redaksi