HMINEWS.COM- Terkait dengan kebakaran yang telah menghanguskan ratusan rumah masyarakat badui Dalam, Sekumpulan mahasiswa-mahasiswi yang tergabung dalam Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Serang serta beberapa organisasi kemahasiswaan lainnya turun kejalan melakukan aksi pengalangan dana untuk masyarakat Badui yang menjadi korban kebakaran.
Sebelumnya pada Kamis (29/7) lalu, sebanyak 131 rumah warga Badui Dalam di Kampung Cikeusik, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, terbakar.
Berangkat dari keprihatinan tersebut, tepatnya Selasa (3/8), KUMALA bersama organisasi lainnya mencoba untuk membantu para korban kebakaran dengan melakukan aksi penggalangan dana, Penggalangan dana dilaksanakan bertempat di Kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Maulana Hasanudin Banten, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, dan di perempatan Jalan Ciceri, Kota Serang, Provinsi Banten.
Saepudin, Koordinator penggalangan dana mengatakan bahwa aksi solidaritas penggalangan dana ini kami lakukan sebagai bentuk dukungan moral bahwa kita sesungguhnya adalah satu dan bersaudara, masyarakat Badui adalah saudara kami yang terdekat.
“Bencana kebakaran yang menimpa warga Badui Dalam tepatnya di Kampung Cikeusik, Desa Kanekes, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak telah membuat puluhan kepala keluarga kehilangan tempat tinggalnya, oleh karena itu Penggalangan dana ini akan terus dilakukan hingga beberapa hari kedepan, demikian dikatakan Ketua Kumala Serang Ucok Hudri
Walaupun warga Badui sendiri tidak pernah meminta bantuan, namun tanpa di mintapun seharusnya ini sudah menjadi tanggung jawab masyarakat untuk menolong orang yang membutuhkan bantuan, ujar Ucok
Karena warga Badui telah menjadi ciri khas Provinsi Banten, maka sudah selayaknya kalau Pemerintah baik kabupaten maupun provinsi harus memberikan perlindungan yang sama kepada penduduknya, jangan hanya di gunakan untuk pengembangan wisata saja, melainkan bagaimana tetap menjaga serta melestarikan keberagaman budaya masyarakat Badui,” kata Ucok. [] dni












