<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>HMINEWS.COM</title>
	<atom:link href="http://hminews.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hminews.com</link>
	<description>Media Gerakan Anak Muda Indonesia</description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Feb 2012 01:01:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Rangkaian Milad HMI Di Cabang Mataram</title>
		<link>http://hminews.com/news/gerakan/rangkaian-milad-hmi-di-cabang-mataram/</link>
		<comments>http://hminews.com/news/gerakan/rangkaian-milad-hmi-di-cabang-mataram/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Feb 2012 10:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gerakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hminews.com/?p=12753</guid>
		<description><![CDATA[Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Mataram menggelar berbagai kegiatan bernuansa intelektual untuk memperingati milad HMI. Kegiatan tersebut ditujukan untuk merangsang pola pikir kader ke arah yang progresif.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://hminews.com/wp-content/uploads/mpo-mataram.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-12754" title="mpo mataram" src="http://hminews.com/wp-content/uploads/mpo-mataram-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI-MPO) Cabang Mataram menggelar berbagai kegiatan bernuansa intelektual untuk memperingati milad HMI. Kegiatan tersebut ditujukan untuk merangsang pola pikir kader ke arah yang progresif.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketua panitia pelaksana, Muh Ikhsanul Yakin di sela-sela aktivitasnya mengatakan tanggal 05 februari adalah sejarah bagi perjuangan HMI dan semua kader di seluruh nusantara wajib mengenang lahirnya HMI.</p>
<p style="text-align: justify;">“HMI yang digagas oleh  Lafran Pane yang mampu memberikan konstribusi positif terhadap bangsa Indonesia, maka dari itu HMI MATARAM harus turut andil dalam momentum tersebut,” ujarnya, Sabtu (4/2/2012).</p>
<p style="text-align: justify;">HMI MPO Cabang Mataram mengangkat tema “Restorasi Nilai Kejuangan Dan Semangat Intelektual Kader Dalam Menyongsong Masyarakat Yang Berperadaban.”</p>
<p style="text-align: justify;">“Kami mengangkat tema tersebut karena pergeseran strategi HMI MPO dari HMI MPO yang selama ini anti negara menjadi gerakan politik dan ini kami khawatirkan akan membuat HMI terkontaminasi dengan kepentingan-kepentingan politik praktis, gerakan intelektual merupakan identitas HMI,” lanjutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan Di mulai dari hari kamis tanggal 02/02/2012 pukul 07.00 wita mimbar bebas “orasi ilmiah” di perempatan Bank Indonesia Mataram. Kemudian dilanjutkan pukul 15.00 diskusi publik dengan seluruh kader HMI MPO se cabang Mataram.</p>
<p style="text-align: justify;">Sabtu tanggal 04/02/2012 pukul 19.00 wita malam seribu lilin di barengi dengan puisi, menyanyikan Himne HMI, Mars Hijau Hitam dan orasi ilmiah mengenang Lafran Pane sebagai pendiri HMI dan merefleksi sejarah perjuangan HMI mulai dari jaman Orde Lama sampai era reformasi sekarang. Aksi disentralkan di Perempatan Bank Indonesia Mataram.</p>
<p style="text-align: justify;">Minggu tanggal 05/02/2012 Bedah Buku “HMI Pemikiran dan Gerakan Intelektual.” Pembedah adalah Ahmad Nuralam, Zulkifli dan Syaiful Akrom. Hari terakhir ini akan di tutup dengan final sepak bola antara Tim Hijau Hitam VS Tim Ulul Albab. Paruh bulan februari diagendakan tour wisata menancapkan bendera HMI di puncak Gunung Rinjani Lombok. Bagi teman HMI se Nusantara yang ingin ikut dengan agenda tersebut silahkan hubungi ketua HMI MPO Cabang Mataram. (LAPMI Cabang Mataram)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hminews.com/news/gerakan/rangkaian-milad-hmi-di-cabang-mataram/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peringatan Milad HMI Di Tolitoli</title>
		<link>http://hminews.com/kampus/peringatan-milad-hmi-di-tolitoli/</link>
		<comments>http://hminews.com/kampus/peringatan-milad-hmi-di-tolitoli/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 22:58:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kampus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hminews.com/?p=12750</guid>
		<description><![CDATA[HMINEWS.Com, Tolitoli - Banyak agenda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di berbagai cabang untuk memperingati milad (hari ulang tahun) HMI ke-65 yang jatuh pada 5 Februari 2012. Seperti HMI Cabang Tolitoli, Sulawesi Tengah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a class="highslide" onclick="return vz.expand(this)" href="http://hminews.com/wp-content/uploads/bendera_hmi_bigger.png"><img class="alignleft size-full wp-image-12751" title="bendera_hmi_bigger" src="http://hminews.com/wp-content/uploads/bendera_hmi_bigger.png" alt="" width="73" height="73" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">HMINEWS.Com, Tolitoli &#8211; Banyak agenda Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di berbagai cabang untuk memperingati milad (hari ulang tahun) HMI ke-65 yang jatuh pada 5 Februari 2012. Seperti HMI Cabang Tolitoli, Sulawesi Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">HMI Cabang Tolitoli pada tahun ini menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dikemas tidak lain untuk mengajak kepada semua unsur dan kalangan untuk kembali kepada fitrahnya dalam menjaga amanat sebagai <em>Khalifah</em> di muka bumi ini, yang selama ini telah dibutakan oleh kepentingan-kepentingan pribadi. Di antaranya gaya hidup glamour yang mereka ciptakan, budayakan, dan bahkan mungkin mereka tuhankan.</p>
<p style="text-align: justify;">Aksi HMI Cabang Tolitoli berupa penggalangan dana yang akan disumbangkan ke panti asuhan, gerakan menanam 1000 pohon dan donor darah.</p>
<p style="text-align: justify;">“Peringatan Milad HMI kali ini selain pemotongan tumpeng yang rencananya akan dilakukan oleh Ketua KAHMI (Korps Alumni HMI) Daerah Kabupaten Tolitoli, Ir. Hj. Nurmawati Bantilan, juga akan diadakan renungan malam 1000 lilin di seputaran Bundaran Suryadi Hotel, sebagai bentuk refleksi perjalanan HMI guna menapaki perjalanan waktu untuk mencapai kader yang insan kamil,” kata salah seorang panitia, Hendri.</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan melibatkan berbagai HMI Komisariat, antara lain HMI Komisariat STIP YPP Mujahidin, HMI Komisariat UMADA, dan HMI Komisariat STIE YPP Mujahidin. Kegiatan berlangsung 4-5 Februari 2012 dan puncak acara, yaitu pemotongan tumpeng di auditorium Suryadi Hotel.</p>
<p style="text-align: justify;">“Selain merefleksi perjalanan HMI selama lebih dari 60 tahun, juga sebagai moment silaturahmi dan mempererat rasa kekeluargaan antar kader dan alumni HMI Guna menyatukan konsep untuk mencapai tujuan HMI,” kata Sekretaris HMI Cabang Tolitoli, Muhadir. (Hendrik)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hminews.com/kampus/peringatan-milad-hmi-di-tolitoli/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Demokrat &#8216;Meradang&#8217; Atas Usulan Bambang Soesastyo cs!</title>
		<link>http://hminews.com/news/demokrat-meradang-atas-usulan-bambang-soesastyo-cs/</link>
		<comments>http://hminews.com/news/demokrat-meradang-atas-usulan-bambang-soesastyo-cs/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 22:06:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hminews.com/?p=12505</guid>
		<description><![CDATA[Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Syariefuddin Hasan mengatakan, Partai Demokrat menolak keterlibatan kantor akuntan publik (KAP) asing dalam melakukan audit forensik aliran dana Bank Century. Hasil audit forensik yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dinilai sudah cukup]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://hminews.com/wp-content/uploads/syarif_demokrat.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-12506" title="syarif_demokrat" src="http://hminews.com/wp-content/uploads/syarif_demokrat-300x224.jpg" alt="" width="300" height="224" /></a>HMINEWS &#8211; Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat Syariefuddin Hasan mengatakan, Partai Demokrat menolak keterlibatan kantor akuntan publik (KAP) asing dalam melakukan audit forensik aliran dana Bank Century. Hasil audit forensik yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI dinilai sudah cukup.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Coba bayangkan, kalau sampai negara ini mau dikasih ke lembaga internasional, apa jadinya negara ini. Sama saja kalau pemerintah mengatakan, DPR internasional saja yang menilai,&#8221; kata Syarief, yang juga Menteri Koperasi dan UKM, kepada para wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (3/1/2012).</p>
<p style="text-align: justify;">Syarief mengatakan, baik pemerintah dan Partai Demokrat menginginkan agar kasus dana talangan Bank Century senilai Rp 6,7 triliun diungkap hingga tuntas. Namun, politisi Partai Demokrat ini mengkritisi pihak-pihak yang mengaku tak puas dengan hasil audit forensik BPK memiliki tujuan tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Memang, ada kawan-kawan yang masih tidak puas. Mereka akan katakan puas itu kalau ada laporan yang mengatakan terbukti ada dana ke partai tertentu. Jadi, ada politisasi, ada tendensi ke situ. Kesimpulan dulu, baru proses. Ya, sulit,&#8221; kata Syarief.</p>
<p style="text-align: justify;">Usul agar audit forensik dilakukan KAP asing disuarakan para inisiator Hak Angket Bank Century, seperti Akbar Faisal (Fraksi Hanura), Bambang Soesatyo (Fraksi Golkar), dan mantan anggota Fraksi PKS, M Misbakhun.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Kami ingat, saat akan menunjuk KAP internasional, BPK meyakini kami bahwa mereka profesional dan independen. Akan tetapi, kenyataannya mereka sekarang tak mampu dan gagal mencapai terms of reference (TOR) yang mereka buat sendiri. Sebab itu, kami akan mengusulkan ke Timwas DPR untuk menunjuk KAP internasional melakukan audit ulang,&#8221; kata Akbar.</p>
<p style="text-align: justify;">Menurut Akbar, Timwas DPR semula membayangkan audit forensik Bank Century dijalankan KAP internasional, yang bisa menembus aliran dana sampai ke Cyman Island seperti saat audit investigasi cessie Bank Bali beberapa tahun lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Namun, sekarang BPK mengecewakan. Citra BPK dipertaruhkan dengan kepentingan BPK yang terkooptasi,&#8221; tambah Akbar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara itu, menurut Bambang Soesatyo, dirinya mendapatkan informasi bahwa BPK sengaja memilih auditor yang hanya memiliki sertifikat kualifikasi biasa, bukan khusus audit forensik.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dari tiga penanggung jawab audit, seperti I Nyoman Wara, Novy Gregory Antoniu Palenkahu, dan Harry Purwaka, kabarnya mereka tidak ada yang memiliki CFE,&#8221; kata Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">Nyoman Wara, yang dikonfirmasi Kompas tak mau memberi keterangan. Ia meminta agar menghubungi Humas BPK. Misbakhun pun membenarkan pernyataan Bambang.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Buktinya BPK tidak berani menuliskan laporan ke DPR itu sebagai hasil audit forensik, tetapi hasil audit investigasi lanjutan Bank Century. Ini memang tragis,&#8221; katanya.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Untuk memudahkan tugas, mendapat surat tugas dari BI untuk menembus kerahasiaan bank. Akan tetapi, BPK tak konsisten. BPK mengaku terhambat lima hal, di antaranya pelaku kunci berada di luar negeri, tidak mendapat akses ke lembaga-lembaga keuangan, sulit dapat data dari internasional, serta tak punya data lengkap nasabah. Ini bukti BPK tak konsisten,&#8221; kata Misbakhun.[kmps]</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hminews.com/news/demokrat-meradang-atas-usulan-bambang-soesastyo-cs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kilas Balik 65 Tahun HMI, Catatan Pengalaman Seorang Kader</title>
		<link>http://hminews.com/opini/kilas-balik-65-tahun-hmi-catatan-pengalaman-seorang-kader/</link>
		<comments>http://hminews.com/opini/kilas-balik-65-tahun-hmi-catatan-pengalaman-seorang-kader/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 21:12:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hminews.com/?p=12747</guid>
		<description><![CDATA[Tidak terasa, Himpunan Mahasiswa Islam sudah mencapai usia 65 tahun. Telah mengarungi sejarah perjalanan bangsa, menjelajahi sejarah perjuangan politik Islam, turut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan telah pula melewati batas umur Rasulullah.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tidak terasa, Himpunan Mahasiswa Islam sudah mencapai usia 65 tahun. Telah mengarungi sejarah perjalanan bangsa, menjelajahi sejarah perjuangan politik Islam, turut mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia dan telah pula melewati batas umur Rasulullah.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak yang tidak mengetahui kalau cikal bakal KKN (Kuliah Kerja Nyata) berasal dari Work Camp-nya HMI, sebuah kegiatan kader-kader HMI di tahun 1950-an (Mahbub Djunaedi: 31), di mana anak-anak HMI lebih berkontribusi ke masyarakat dan umat yang ada di pedesaan. Di Yogyakarta pada tahun 1990-an ada kegiatan ekstrakurikuler HMI di luar kota dengan nama &#8216;Bina Desa&#8217;. Bahkan pada saat revolusi fisik para kader HMI sempat membentuk Corp Mahasiswa yang menjadi cikal-bakal Menwa (Resimen Mahasiswa).</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ada yang tidak mengetahui bahwa setelah HMI dideklarasikan Februari 1947, dua orang kader HMI yang turut dalam kelompok 16 pendiri HMi, dua bulan kemudian mendirikan Pelajar Islam Indonesia (PII). Keduanya adalah Anton Timur Djaelani dan Yusdi Ghazali.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah sampai di situ kontribusi HMI untuk membangun dan melahirkan organ-organ lain? Ternyata tidak. Pada tahun 1960, salah satu Ketua PB HMI mendirikan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yakni Mahbub Djunaedi. Juga tidak sampai di situ, pada 1962 salah satu kader HMI mendirikan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dialah Lukman Harun.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah ribuan sarjana (master-doktor) baik dari dalam maupun luar negeri telah dihasilkan HMI, serta beragam bidang profesi telah digeluti. Pegawai negeri (sipil-militer), dosen, peneliti, penulis, pengusaha, pedagang, pengajar, mubaligh, politisi dan sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ada sebuah pertanyaan di benak kita masing-masing, &#8220;Apakah usia 65 tahun ini (berdasar kalender matahari, dan 67 tahun berdasar kalender bulan/ Hijriyah), gerak HMI semakin redup atau semakin matang. Semakin dewasa dan bijak atau jangan-jangan menuju kepunahan seperti hilangnya peradaban dan kebudayaan benua atlantis dan bubarnya negeri-negeri bekas Uni Soviet (Balkan), atau bisa tenggelam seperti Kapal Titanic (na&#8217;udzubillah).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Perkaderan Awal</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> Tahun 1985, kali pertama penulis ikut bergabung di Himpunan Mahasiswa Islam. Penulis ikut sebuah perkaderan yang saat itu dinamai Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK). Ada istilah &#8216;elitis&#8217; para senior, yakni &#8216;Leadership Basic Training.&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis masih ingat, pada saat mengikuti sistem perkaderan awal LDK menempuh waktu yang cukup lama, 9 (sembilan) hari dengan 24 materi yang begitu padat. Mungkin bisa dibandingkan dengan pola perkaderan sekarang yang cukup ditempuh dengan 3-5 hari saja, <em>dus</em> materi yang diberikan mungkin tidak lebih dari 10 (sepuluh) materi saja.</p>
<p style="text-align: justify;">Mungkin ada sebuah pertanyaan bagaimanakah output, outcome atau result (hasil) dalam sebuah perkaderan saat ini? Yang begitu minim waktunya dan sedikit materinya. Tentu tidak bijak membanding-bandingkan sebuah pola perkaderan model 20 tahun lalu dengan pola dan perkaderan saat ini. Tentu para pengader ataupun trainer lebih tahu banyak soal ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis pun masih ingat pada tahun 1987 mengikuti perkaderan untuk mencetak kader-kader instruktur handal. Waktu itu namanya &#8216;Couching Instructur&#8217; yang kalau dibahasakan sekarang &#8216;Pemandu Pelatihan.&#8217; Waktunya 3 hari dan setelah itu diterjunkan atau magang dalam berbagai training di berbagai komisariat.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelatihan instruktur disiapkanuntuk menjadi asisten Master of  Training (Asmot) ataupun Master of Training (MOT) dan siap pula untuk menjadi bemper (serep/cadangan) bilamana ada penceramah yang tidak hadir dalam pentrainingan. Hal ini pernah menimpa penulis pada saat perkaderan tahun 1989 menggantikan penceramah. Setelah itu timbullah semangat dan percaya diri yang sangat tinggi dari penulis, sambil berjanji untuk terus mengabdi, setia dan siap mengelola, membina semua jenis perkaderan di mana pun dan sampai kapan pun. Selalu siap diterjunkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Pengalaman seperti di atas banyak dinikmati rekan-rekan yang dari komisariat atau kampus lain. Mereka sama mengalami perasaan yang luar biasa ketika begitu semangatnya mengelola sebuah perkaderan sampai &#8216;tak terasa&#8217; menjadi alumni.</p>
<p style="text-align: justify;">Penulis masih ingat pula pada saat mengikuti LK2 tahun 1990, mulai dari situ para kader dilatih untuk membuat karya ilmiah (kertas kerja), karena memang prasyarat LK2 adalah wajib membuat makalah. Akhirnya penulis dan kawan-kawan lain seperti mendapat pengalman luar biasa dan dari situlah penulis ditantang untuk menentukan minat menjadi penceramah di event LK1, kemudian pilihan itujatuh pada Sejarah HMI.</p>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah penulis dipercaya dan selalu diberi amanah oleh Pengurus Cabang Jakarta maupun luar Jakarta untuk menjadi penceramah. Penulis menggelutinya hampir 20 tahun, namun saat ini sejak tahun 2011 lalu penulis menolak diminta menjadi penceramah karena kekhawatiran akan minimnya sumberdaya HMI di masa mendatang jika hal itu terus berlanjut. Artinya harus ada regenerasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Lantas bagaimana dengan kader-kader sekarang, apakah dari sekian puluh kali pelatihan atau LK 1 ada yang sudah menguasai materi sejarah atau materi lainnya, seperti Khittah Perjuangan, materi organisasi ataupun materi alat?</p>
<p style="text-align: justify;">Perkaderan HMI bagaikan urat nadi, apabila terputus, maka matilah ruhnya. Begitu pula dengan HMI. HMI adalah organisasi kader, karena itu orientasi pendidikan kader harus senantiasa dibarengi dengan semangat untuk selalu merevitalisasi dengan menyesuaikan perjalanan waktu dan gerak yang dinamis.</p>
<p style="text-align: justify;">Hemat penulis, walaupun mungkin subjektif, bahwa beberapa tahun terakhir telah terjadi penurunan intensitas dan kualitas kader. Penigkatan kader ternyata kurang dibarengi dengan kadar intelektual. Dua dasawarsa silam saat penulis mempersiapkan diri menjadi instruktur, penulis masih ingat beberapa senior yang membekali penulis agar membaca buku inspiratif Kuliah Tauhid (Dr Imaduddin Abdul Rahim) dan Ideologi Kaum Intelektual (Dr Ali Syari&#8217;ati).</p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana kader saat ini, apakah membaca buku sudah menjadi kewajiban seperti makan-minum, kesukaan (hobi)? Kalau kader dan pengader malas baca buku, lantas apa yang mau ditransfer dalam perkaderan, bagaimana mengaktualisasikan ilmu ke dalam masyarakat? Tentu, ini bukanlah pekerjaan mudah. (Farid Alhabsyi)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hminews.com/opini/kilas-balik-65-tahun-hmi-catatan-pengalaman-seorang-kader/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tiga Tantangan Besar Muslim Indonesia</title>
		<link>http://hminews.com/news/gerakan/tiga-tantangan-besar-muslim-indonesia/</link>
		<comments>http://hminews.com/news/gerakan/tiga-tantangan-besar-muslim-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 04 Feb 2012 19:58:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Redaksi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gerakan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hminews.com/?p=12744</guid>
		<description><![CDATA[HMINEWS.Com - Muslim Indonesia kini menghadapi sekurang-kurangnya tiga tantangan besar. Tantangan kemanusiaan, reintegrasi sosial dan tantangan kelimuan.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">HMINEWS.Com &#8211; Muslim Indonesia kini menghadapi sekurang-kurangnya tiga tantangan besar. Tantangan kemanusiaan, reintegrasi sosial dan tantangan kelimuan. Untuk yang pertama, Islam berhadapan dengan kecurigaan barat dalam diskursus <em>Clash of Civilization</em>, dan dalam 10 tahun terakhir telah menjadi sasaran langsung proses perlawanan Barat dalam isu-isu terorisme internasional.</p>
<p style="text-align: justify;"> Agenda politik Barat ini menyeret opini publik ke ranah kemanusiaan dengan mengesankan bahwa kepentingan Islam selalu dapat ditegakkan dengan mentolerir pelanggaran hak-hak asasi atau perendahan harkat kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedua, mengenai masalah reintegrasi sosial,  beberapa waktu terakhir ini muslim Indonesia menyaksikan konflik sosial beragam latar. Kasus agraria yang melibatkan kepentingan pemodal dan menyeret perpecahan umat amat berbahaya. Umat ditantang untuk menjadi <em>problem solver</em> sehingga tidak muncul stereotipe yang mengesankan bahwa advokasi bukan <em>concern</em> gerakan Islam. Padahal terdapat 80 persen masyarakat muslim berada di kantong-kantong penindasan yang dekat dengan persoalan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Hal itu akan makin parah jika kesan yang muncul kemudian adalah bahwa Islam hanya datang untuk isu-isu halal-haram (yang dipersempit), bid&#8217;ah-sesat, dan sebagainya. Terkait dengan pernyataan terakhir, kepentingan Barat tidak bisa disembunyikan dalam isu tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Barat merasa perlu mencari senjata baru dan kawan baru dalam menghadapi lawan-lawannya, seiring makin terpojoknya mereka dengan melemahnya sekutu-sekutu di Timur Tengah. Mereka menyediakan dana banyak untuk membiayai konflik tersebut, termasuk di Indonesia. Sebab disintegrasi muslim bagi Barat sangat penting, mengingat musuh utamanya, yaitu Iran kini tengah mengkampanyekan pesatuan kaum muslimin.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, dalam penguasaan keilmuan dalam berbagai disiplin, posisi muslim Indonesia belum begitu signifikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua komponen tersebut merupakan penyanggah utama proses tawar-menawar dan penentuan kebijakan publik di masa mendatang. Jika kesemuanya absen dari perhatian lembaga-lembaga pendidikan dan perkaderan kaum muslim, termasuk HMI, maka akan jadi titik tolak bagi kegagalan pencapaian posisi tawar yang tinggi di masa mendatang.</p>
<p style="text-align: justify;"> Tantangan tersebut membutuhkan sistem rekrutmen, pendidikan dan pembinaan yang baik. Sistem yang mencakup konsep kurikulum dan perkaderan yang <em>up to date</em> dan bahkan melampaui zamannya,  metodologi yang kaya, sarana yang juga tidak boleh dilupakan serta pengader sebagai kunci utama kemajuan dan keberhasilan perkaderan. (Safinuddin Almandari dalam Temu Pengader HMI se-Jawa)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hminews.com/news/gerakan/tiga-tantangan-besar-muslim-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

