Dalam lanskap gerakan sosial terdapat beragam metodologi dan teknik gerakan. Semua gerakan tersebut memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan dirinya di tengah masyarakat, ada yang selalu vis a vis dengan sistem ada yang mampu menerima kebenaran sistem dalam bagian tertentu dan hanya menolak bagian yang lain. Ada pula yang menganggap sistem telah tepat (dalam konsep teoritis) hanya pelaku dari sistem tersebut yang melakukan tindakan berbanding terbalik dengan aturan sistem.
Sayangnya, sistem demokrasi yang terwujud sejak pasca reformasi tidak memberikan perbaikan kondisi. Kebebasan yang diberikan justru dimanfaatkan para elit berkuasa untuk mendapatkan akses terhadap pembuatan kebijakan publik. Demokrasi oligarki ini hanya dijadikan legitimasi untuk mengatasnamakan rakyat
Menjadi sederhana itu ternyata tidak mudah, konsekuensinya harus siap dianggap ‘ hanya’ sebagai biasa-biasa saja.’ Kalau penulis harus mengevaluasi (apapun) yang berkaitan dengan HMI dari dulu hingga kini, itu adalah hal yang barangkali mustahil. Bagaimana mungkin HMI yang sudah berumur 66 Tahun dengan perjalanan panjang yang berliku-liku dievaluasi oleh penulis yang baru empat tahun mengenal [...]
Beberapa waktu terakhir ruang ke-Indonesia-an diramaikan dengan berbagai hiruk pikuk kehidupan dan berlangsung dalam tempo panas, dipenuhi gejolak, saling serang, saling bertikai sampai saling bunuh. Pihak yang bertikai masing-masing membangun argumentasi pembenar guna membela kelompoknya sendiri. Tidak ada yang legowo mengaku keliru, yang ada hanyalah pembenaran atas dalih keyakinan yang seringkali berdiri di atas landasan egoisme.
Islamabad – Seru, unik, meriah dan yang paling penting, punya misi serius untuk menggalakkan perdamaian. Mari kita naik Aman Sawari – Bajaj Perdamaian!