Agresi militer Belanda 1 tahun 1947 menyisakan banyak kisah yang terekam dalam pada setiap jengkal bumi pertiwi. Dari segala kisah yang ada diharapkan dapat menjadi pelajaran bahwa penjajahan itu hanya memberikan kesengsaraan. LOLONG memang bukan sebuah kisah tokoh pahlawan terkenal atau yang tercatat dalam daftar pahlawan nasional. Ini adalah kisah sederhana mengenai keluarga seorang gerilyawan. [...]
Mulai 20 Oktober ini, beredar film keluarga yang menginsipirasi di bioskop-bioskop. Diinspirasi oleh kegemilangan siswa-siswa Indonesia dalam pelbagai olimpiade sains internasional. Film produksi Mizan Production tersebut berjudul “Mesrakung” “seMESTA menduKUNG”.
“Seorang anak perempuan kecil, Artema, secara polos dan lugu menanyakan satu pertanyaan yang menyeret ingatan ayah kembali ke masa kecilnya, yaitu ketika ayah bertanya hal yang sama kepada kakek. Gambaran historis mengenai bahasa tiga agama samawi merupakan saripati dari diskusi antara ayah, kakek, dan dilanjutkan dengan Artema.
Masalah dunia yang menempati pikiran-pikiran manusia sekarang, yang memengaruhi eksistensi mereka adalah masalah sosial yang dapat diringkas dengan memberikan jawaban paling jujur atas masalah ini: Sistem apakah yang selaras dengan manusia, sehingga manusia mencapai suatu kehidupan sosial yang berbahagia?
Judul di atas adalah judul buku baru karangan Karen Armstrong, “Masa Depan Tuhan” (2011) dalam edisi bahasa Indonesia. Aslinya The Case for God: What Religion Really Means. Armstrong adalah penulis keagamaan yang serius, tradisi risetnya kuat, sehingga pantas jika lebih dari 15 bukunya masuk ranking terlaris di dunia. Tuhan dalam kajian Armstrong adalah Tuhan yang menyejarah, yang hidup di tengah dan bersama pemeluknya, Tuhan yang kemudian melahirkan komunitas orang beriman dan sekian banyak tradisi dan institusi agama.