Setiap hari manusia memproses rata-rata 50.000-60.000 pikiran. Setiap informasi yang didengar, dirasakan, dilihat, dipikirkan, dialami akan terekam di otak. Misalnya, kita sedang mendengarkan seminar dari seorang pakar. Setiap kata yang disebutkan akan direkam di otak. Secara sadar mungkin hanya sebagian saja yang bisa kita ingat. Semakin lama semakin sedikit yang bisa kita ingat. Sementara itu, semua informasi itu masih tersimpan dengan baik dibawah otak bawah sadar.
Tatkala masih kuliah di Kampus IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, penulis pernah mengontrak rumah di dekat rel kereta api Sapen. Agar lebih murah, mereka urunan (membayar) beramai-ramai. Total penghuninya ada genap 8 orang. Uniknya, hampir setiap lima belas menit lantai rumah tersebut berguncang dan menimbulkan gempa lokal.
Membayangkan kemandirian ekonomi Indonesia, layaknya membayangkan masa depan pasar tradisional. Derap modernisasi, menghendaki keberadaan pasar tradisional untuk kian ditinggalkan, dilupakan, sampai suatu saat nanti layak untuk ‘dimusiumkan’. Terlihat laju perkembangan pasar modern jauh lebih pesat, dibandingkan pasar trasidional
Konon, pernah serombongan mahasiswa Iran menemui Imam Khomeini. Kemudian mahasiswa tersebut bertanya tentang buku Ali Syari’ati yang mungkin direkomendasikan oleh Imam Khomeini. Lalu spontan Imam menjawab: “Baca buku-buku karya Muthahari.” Sampai tiga kali berulang-ulang sang Imam menyuruh mahasiswa tersebut untuk mengenal buku Muthahari terlebih dahulu. Hal tersebut dikarenakan buku-buku yang ditulis oleh Ali Syari’ati memiliki [...]
Sukses menggelar Islamic Book Fair (IBF) di Jakarta, Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) berencana melebarkan sayap. Menggelar perhelatan serupa di provinsi lain di seluruh Indonesia, dengan taraf yang lebih besar (internasional) dan menghadirkan penerbit-penerbit dari berbagai penjuru dunia.