HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Mahasiswa di Era Zaman Now

Mahasiswa di Era Zaman Now
January 08
21:40 2018

Terjadi sebuah perkembangan yang luar biasa di abab ke-21 ini. Perkembangan tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, hingga ketika melalui instrumen interaksi sosial baik langsung maupun tidak langsung suatu masyarakat dapat melakukan hubungan dengan masyarakat-masyarakat lainnya tanpa batas. Dalam arti sempit terjadi transaksi kebudayaan, sedangkan dalam arti luas terjadi hubungan ekonomi dan politik yang lebih bersifat pragmatis. Masyarakat melakukan transaksi kebudayaan ketika terdapat ketidaksamaan kebudayaan atau kemajemukan di lingkungan eksternalnya sehingga kebudayaan  masyarakat demikian bisa saja syarat akan nilai atau sebaliknya bebas akan nilai tergantung dari ideologi yang digunakan oleh setiap masyarakat tersebut.

“Zaman Now “ zaman dimana kita hidup tanpa batas, ruang, dan waktu, yang dikuasai oleh teknologi informasi. Zaman ini adalah zaman kekinian, semua orang bisa terhubung dari satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat berdampak positif ataupun negatif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kegiatan bermedia sosial merupakan salah satu ciri dari Zaman Now, dan saat ini kegiatan tersebut lebih di dominasi oleh siswa dan mahasiswa, tetapi dengan kebebasan demikian semua orang dapat menyebar informasi, berpendapat dengan sekehendak hatinya, sehingga dapat menimbulkan konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Untuk itu, perlunya filternisasi informasi, maupun upaya untuk menyebarluaskan informasi agar tidak berdampak sosial yang menimbulkan kekacauan atau perselisihan, sehingga diperlukannya komunikasi yang bijak, beretika, dan berkualitas secara inteklektual. Semua itu dikembalikan kepada “Pancasila” yang memuat norma-norma sosial bagaimana cara bermasyarakat yang baik.

Terjadinya kekacauan sosial atau perselisihan sosial yang disebarluaskan di media sosial, oleh karena tidak adanya sebuah fundamental untuk membatasi ketidakpantasan informasi tersebut. Jika, semuanya kehidupan bermasyarakat dikembalikan pada Pancasila, maka tidak ada kekacauan-kekacauan sosial yang terjadi, semua akan berjalan dengan baik di era apapun itu.

Di zaman ini pula, semua bisa didapatkan secara instan. Perpustakaan semakin sepi, toko buku semakin sepi, dan tempat-tempat belajar juga demikian. Oleh kerena, zaman ini menekankan efektifitas penggunaan media yang bisa dalam genggaman tangan, dimana semua orang bisa mendapatkan apapun melalui instrument media. Orang dapat mendownload ebook gratis, orang dapat belanja online, dan dapat berkomunikasi melalui media untuk mendapatkan pengetahun baru. Namun, banyak yang menyalahgunakannya dengan kebebasan-kebebasan untuk bereksperesi sedemikian rupa, tanpa memperdulikan nilai etis dan moralitasnya, karena semua orang dapat merepost apapun itu baik di Facebook, Instagram, Path, Twitter dan media sosial lainnya.

Media sosial juga dapat menyebabkan kecanduan bagi penggunanya, karena rasa nyaman yang didapatkan, dan ketertarikan untuk mengetahui informasi-informasi baru dari teman, kecanduan tersebut dapat mengakibatkan menurunnya kepedulian seorang mahasiswa kepada kuliahnya, kepedulian kepada lingkungan sosialnya, dan juga berakibat pada finansialnya. Dari tahun ke tahun pengguna media sosial terus bertambah, yang di mulai dari internet melalui komputer, kini bisa melalui gadget handphone.

Mahasiswa sebagai agen perubahan atau sosial engineering, yakni mampu untuk menjadi pelopor perubahan di zaman apapun, kalangan intelegensi mampu terlibat. Di era Zaman Now mahasiswa harus melakukan proses penyadaran atau percontohan bagaimana cara berkomunikasi dengan baik dan benar di media sosial, yang semua itu sekali lagi dikembalikan pada norma-norma yang ada dalam jiwa Pancasila.

Kata “Maha” sendiri mengandung arti “Besar”, jadi bukanlah pelajar yang biasa-biasa saja, karena tercermin dari sikap penggabungan antara kebijaksanaan, kedewasaan, dan keilmuan. Untuk itu, di era Zaman Now, mahasiswa sangat diharapkan dalam penyebaran informasi yang positif, dan berdampak pada segi kehidupan masyarakat, serta mendukung pembangunan sosial. Secara keseluruhan peran ini dilalui dengan proses pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, yang tidak semata-mata hanya sebuah wacana yang nihil semata.[]

Penulis: Muh. Aslan Syah, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjahmada

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment