HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Mahasiswa di Era Zaman Now

Mahasiswa di Era Zaman Now
January 08
21:40 2018

Terjadi sebuah perkembangan yang luar biasa di abab ke-21 ini. Perkembangan tersebut meliputi berbagai aspek kehidupan manusia, hingga ketika melalui instrumen interaksi sosial baik langsung maupun tidak langsung suatu masyarakat dapat melakukan hubungan dengan masyarakat-masyarakat lainnya tanpa batas. Dalam arti sempit terjadi transaksi kebudayaan, sedangkan dalam arti luas terjadi hubungan ekonomi dan politik yang lebih bersifat pragmatis. Masyarakat melakukan transaksi kebudayaan ketika terdapat ketidaksamaan kebudayaan atau kemajemukan di lingkungan eksternalnya sehingga kebudayaan  masyarakat demikian bisa saja syarat akan nilai atau sebaliknya bebas akan nilai tergantung dari ideologi yang digunakan oleh setiap masyarakat tersebut.

“Zaman Now “ zaman dimana kita hidup tanpa batas, ruang, dan waktu, yang dikuasai oleh teknologi informasi. Zaman ini adalah zaman kekinian, semua orang bisa terhubung dari satu dengan yang lainnya. Hal ini dapat berdampak positif ataupun negatif bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

Kegiatan bermedia sosial merupakan salah satu ciri dari Zaman Now, dan saat ini kegiatan tersebut lebih di dominasi oleh siswa dan mahasiswa, tetapi dengan kebebasan demikian semua orang dapat menyebar informasi, berpendapat dengan sekehendak hatinya, sehingga dapat menimbulkan konflik SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).

Untuk itu, perlunya filternisasi informasi, maupun upaya untuk menyebarluaskan informasi agar tidak berdampak sosial yang menimbulkan kekacauan atau perselisihan, sehingga diperlukannya komunikasi yang bijak, beretika, dan berkualitas secara inteklektual. Semua itu dikembalikan kepada “Pancasila” yang memuat norma-norma sosial bagaimana cara bermasyarakat yang baik.

Terjadinya kekacauan sosial atau perselisihan sosial yang disebarluaskan di media sosial, oleh karena tidak adanya sebuah fundamental untuk membatasi ketidakpantasan informasi tersebut. Jika, semuanya kehidupan bermasyarakat dikembalikan pada Pancasila, maka tidak ada kekacauan-kekacauan sosial yang terjadi, semua akan berjalan dengan baik di era apapun itu.

Di zaman ini pula, semua bisa didapatkan secara instan. Perpustakaan semakin sepi, toko buku semakin sepi, dan tempat-tempat belajar juga demikian. Oleh kerena, zaman ini menekankan efektifitas penggunaan media yang bisa dalam genggaman tangan, dimana semua orang bisa mendapatkan apapun melalui instrument media. Orang dapat mendownload ebook gratis, orang dapat belanja online, dan dapat berkomunikasi melalui media untuk mendapatkan pengetahun baru. Namun, banyak yang menyalahgunakannya dengan kebebasan-kebebasan untuk bereksperesi sedemikian rupa, tanpa memperdulikan nilai etis dan moralitasnya, karena semua orang dapat merepost apapun itu baik di Facebook, Instagram, Path, Twitter dan media sosial lainnya.

Media sosial juga dapat menyebabkan kecanduan bagi penggunanya, karena rasa nyaman yang didapatkan, dan ketertarikan untuk mengetahui informasi-informasi baru dari teman, kecanduan tersebut dapat mengakibatkan menurunnya kepedulian seorang mahasiswa kepada kuliahnya, kepedulian kepada lingkungan sosialnya, dan juga berakibat pada finansialnya. Dari tahun ke tahun pengguna media sosial terus bertambah, yang di mulai dari internet melalui komputer, kini bisa melalui gadget handphone.

Mahasiswa sebagai agen perubahan atau sosial engineering, yakni mampu untuk menjadi pelopor perubahan di zaman apapun, kalangan intelegensi mampu terlibat. Di era Zaman Now mahasiswa harus melakukan proses penyadaran atau percontohan bagaimana cara berkomunikasi dengan baik dan benar di media sosial, yang semua itu sekali lagi dikembalikan pada norma-norma yang ada dalam jiwa Pancasila.

Kata “Maha” sendiri mengandung arti “Besar”, jadi bukanlah pelajar yang biasa-biasa saja, karena tercermin dari sikap penggabungan antara kebijaksanaan, kedewasaan, dan keilmuan. Untuk itu, di era Zaman Now, mahasiswa sangat diharapkan dalam penyebaran informasi yang positif, dan berdampak pada segi kehidupan masyarakat, serta mendukung pembangunan sosial. Secara keseluruhan peran ini dilalui dengan proses pendidikan, pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat, yang tidak semata-mata hanya sebuah wacana yang nihil semata.[]

Penulis: Muh. Aslan Syah, Mahasiswa Pascasarjana Universitas Gadjahmada

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment