HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Pernyataan Ketua Umum ICMI Menciderai Independensi ICMI

Pernyataan Ketua Umum ICMI Menciderai Independensi ICMI
December 10
21:09 2017

HMINEWS.COM, Pernyataan Prof. Dr. Jimly Asshiddiqie, Ketua ICMI pada saat acara pembukaan Silahturahmi Kerja Nasional Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (Silaknas ICMI) diistana Presiden Bogor pada hari Jumat 8 Desember 2017 terkait dengan dukungan kepada kepemimpinan Presiden Joko Widodo untuk dua periode adalah pernyataan yang sangat memiliki tendensi pribadi dan tidak merepresentasikan suara ICMI secara keseluruhan.

Dukungan Ketua ICMI tersebut tidak realistis dimana faktanya bahwa selama 3 tahun rezim kepemimpinan Jokowi tidak memberikan manfaat kesejahteraan yang signifikan kepada masyarakat Indonesia akibat dari kebijakannya yang sangat pro kepada asing. Kebijakan pro asing ini terkait penguasaan sumber daya alam yang porsi terbesarnya diberikan kepada asing.

Beberapa kebijakan lain terkait dengan kebutuhan mendasar masyarakat seperti Tarif dasar listrik; BBM, harga gas terus melambung, disampingnya itu juga kebijakan terkait perpajakan yang terus mencekik dan menghisap darah rakyat. Hal yang sangat mengejutkan adalah dimasa kepemimpinan Jokowi Hutang negara semakin membesar yang membebani APBN hingga 60 persen.

Disisi yang lain dalam konteks penegakan hukum, rezim Jokowi terkesan menggunakan hukum sebagai alat kekuasaan, hukum tidak ditempatkan sebagai panglima, akibatnya ada kesenjangan atau disparitas dalam penegakan hukum.

Oleh karena itu kami beranggapan bahwa Statemen Ketua Umum tersebut menciderai independensi ICMI sendiri.

ICMI sebagai organisasi yang merepresentasikan kelompok cendikiawan seharusnya berfikir secara rasional dan logis, sembari mengambil posisi yang tegas dengan pemerintahan untuk menyuarakan kepentingan rakyat.

Pengurus Nasional Majelis Sinergi Kalam Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia

Dr. Ismail Rumadhan, SH. MH

Sekretaris Jenderal

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment