HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Matinya Sensibilitas Kemanusiaan Trump

Matinya Sensibilitas Kemanusiaan Trump
December 08
14:58 2017

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali berulah, atas nama Amerika Serikat Trump memberikan pengakuan resmi terhadap Yarussalem sebagai ibukota Israel, sebuah tindakan yang tentu saja semakin memperkeruh suasana di Palestina. Tindakan Presiden Amerika Serikat ini merupakan sebuah upaya dukungan penuh terhadap proses penjajahan yang dilakukan Israel terhadap Palestina. Dengan adanya pengakuan tersebut, pihak Israel akan semakin percaya diri melangsungkan agenda kolonialismenya terhadap Palestina. Klaim Israel sendiri terhadap Yarussalem sebagai ibukota mereka sangat tidak berdasar, terlebih tempat tersebut merupakan tempat ibadah berbagai agama di dunia. Israel memang sejak dulu bersikeras menjadikan Yarussalem sebagai ibukotanya, kelompok lobi zionis Israel di Amerika Serikat aktif menekan setiap presiden AS agar memberikan pengakuan resmi terhadap Yarussalem sebagai ibukota Israel, Trump merupakan Presiden pertama AS yang mengambil langkah sangat provokatif ini.

Pengakuan Donald Trump terhadap Yarussalem sebagai ibukota Israel menandakan matinya rasa kemanusiaan pada diri seorang Trump, betapa tidak, pengakuan tersebut akan semakin menguburkan mimpi perdamaian di Palestina, pengakuan tersebut justru hanya semakin menyulut ambisi zionis Israel dalam melakukan penindasan sistematis terhadap Palestina. Dengan hadirnya tindakan ini, kelompok di Palestina yang sebelumnya terbuka menempuh jalur perundingan, juga akan menarik diri dari proses perundingan, dan bagi kelompok yang memang sejak awal memilih perang terbuka terhadap Israel, maka langkah Trump tersebut akan semakin mengobarkan semangat perang mereka. Trump benar-benar menutup mata dari masalah kemanusiaan yang super serius ini, jagoan Partai Republik ini menerapkan prinsip satu mata dalam memandang masalah Palestina dan Israel, dirinya membangun sudut pandang berdasarkan kepentingan Israel belaka, sebuah sudut pandang yang seolah menegaskan bahwa Irael merupakan pemilik sah tanah Palestina, padahal faktanya tanah yang dicaplok dan diklaim Israel sebagai wilayah mereka adalah hak milik Palestina, bila ingin lebih jujur lagi, Israel sesungguhnya tidak memiliki wilayah teritorial,mereka datang sebagai penjajah yang melakukan pendudukan paksa terhadap wilayah teritorial Palestina serta melakukan pengusiran paksa terhada rakyat Palestina.

Di dalam negeri Amerika Serikat sendiri bukan berarti semua rakyatnya setuju dengan tindakan Trump, banyak juga dari mereka yang mengkritik dan memprotes tindakan Trump, bagi mereka, tindakan Trump dengan mengakui Yarussalem sebagai ibukota Israel merupakan langkah sia-sia belaka, tindakan tersebut justru mencerminkan langkah mundur dalam penyelesaian konflik di wilayah tersebut. Sebab sudah bisa dipastikan langkah Trump tidak akan serta merta membuat negara lain, termasuk sekutu Amerika Serikat untuk melakukan hal yang sama. Oleh sebab itu sebenarnya tidak tepat pula bila diasumsikan bahwa tindakan Trump merupakan pandangan utuh dari seluruh Rakyat Amerika Serikat. Jika dikaitkan dengan kepentingan global Amerika Serikat, belum tentu pula langkah tersebut akan mendatangkan keuntungan bagi Negeri Paman Sam, justru hal sebaliknya bisa terjadi, negara yang selama ini menjalin kerja sama dengan Amerika Serikat sangat mungkin melakukan tindakan yang justru merugikan kepentingan Amerika Serikat, khususnya negara mayoritas muslim di timur tengah, walaupun kita ketahui pula negara timur tengah yang selama ini menjalin hubungan mesra dengan Amerika Serikat, paling jauh hanya akan melakukan protes saja, sebuah tindakan yang sesungguhnya terlampau lemah, negar-negara tersebut akan susah melakukan tindakan yang melebihi protes selama mereka masih menggantungkan diri kepada Amerika Serikat, sebuah hal yang sangat paradoks, namun hal tersebut merupakan fakta.[]

Penulis: Zaenal Abidin Riam, Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment