HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Gerakan Mahasiswa Bersatu Tuntut KPK Segera Adili Aguan

Gerakan Mahasiswa Bersatu Tuntut KPK Segera Adili Aguan
November 10
11:23 2017

HMINEWS.COM, Massa aksi yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Bersatu mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi, mereka menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi segera mengadili Sugianto Kusuma alias Aguan dalam Kasus Suap Penyusunan Raperda  Zona dan Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta.

Menurut Jendral Lapangan Gerakan Mahasiswa Bersatu, Alialudin Hamzah dalam aksinya menyampaikan bahwa Sugianto Kusuma alias Aguan diduga melatarbelakangi kasus suap Penyusunan Raperda Reklamasi Zona dan Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta,

“Proses pengembangan kasus suap penyusunan Raperda reklamasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi terkesan melindungi Sugianto Kusuma alias Aguan yang kami duga melatarbelakangi kasus suap Penyusunan Raperda Reklamasi”  Paparnya.

Dalam aksinya Ali menegaskan bahwa, keterlibatan Sugianto Kusuma Alias Aguan dalam kasus suap Raperda Reklamasi Teluk Utara Jakarta menjadi penting untuk dipertegas oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.

Pasalnya, setelah divonis 3 orang bersalah oleh Majelis Hakim dalam kasus suap penysunan Raperda Reklamasi, Nama Sugianto Kusuma alias Aguan justru didiamkan oleh KPK, padahal posisi Aguan diduga Kuat mengaktori  Suap Raperda Reklamasi.

“Kami Berkeyakinan 3 Nama yang divonis bersalah oleh hakim dalam suap Raperda Zona dan Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta adalah bentuk skenario kambing hitam yang dititipkan kepada mereka guna mengaburkan status saksi saksi lainya diantaranya Sugianto Kusuma” Jelasnya.

Setelah beberapa saat aksi belangsung, Komisi Pemberantasan Korupsi melalui mediasi pihak kepolisian langsung menerima massa aksi untuk dilakukan hearing pendapat, akan tetapi massa aksi merasa keberatan karena pihak penyidik kasus suap reklamasi tidak hadir dalam hearing pendapat.

“Kami merasa kecewa dengan Komisi Pemberantasan Korupsi karena penyidik KPK absen saat hearing” Tutup Ali

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment