HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Pilwali Kota Baubau, Petahana Atau Penantang?

Pilwali Kota Baubau, Petahana Atau Penantang?
November 29
11:13 2017

Pasca Reformasi, Bangsa Indonesia terus berbenah dalam penyelenggaraan tata pemerintahan di tingkat daerah. Tepatnya sejak Juni 2005 Kepala daerah, baik Bupati/Walikota maupun Gubernur tidak lagi dipilih oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, tapi dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan kepala daerah yang sering disebut dengan istilah Pilkada langsung.

Semakin sentralnya peran Kepala Daerah, Bupati/Walikota dan Gubernur mengharuskan negara untuk terus melakukan perubahan dan pendewasaan dari segi regulasi. Hal ini sangat wajar dalam Negara yang menganut sistem demokrasi, menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Singkatnya, pemilihan Bupati/Walikota dan Gubernur dapat diartikan sebagai pelaksanaan kedaulatan rakyat di wilayah kabupaten/kota dan provinsi untuk memilih Bupati/Walikota dan Gubernur secara langsung dan demokratis.

Sementara pemilih adalah penduduk yang berusia paling rendah 17 (tujuh belas) tahun atau sudah/pernah kawin dan terdaftar dalam Pemilihan.

Sedangkan calon Bupati/Walikota dan Gubernur adalah peserta pemilihan yang diusulkan oleh partai politik, gabungan partai politik, atau perseorangan yang didaftarkan atau mendaftar dan ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum di Kabupaten/ Kota atau Provisi.

Berdasarkan UU No 8 Tahun 2015 Pasal 3 ayat 1, pemilihan dilaksanakan setiap 5 (lima) tahun sekali secara serentak di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia, tidak terkecuali Kota Bau-Bau Provisi Sulawesi Tenggara.

Pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 telah di tetapkan oleh KPU RI dan akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang. Sedangkan tahapan pendaftaran pasangan calon dimulai pada tanggal 8-10 Januari 2018, dan Kota Bau- Bau adalah salah satu peserta Pilkada Serentak untuk wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara.

Semakin dekatnya tahapan Pilkada Serentak 2018, untuk Pemilihan Walikota (Pilwali) Kota Bau Bau telah muncul bebera nama bakal calon yang di kabarkan berpasangan dalam pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Kota Bau-Bau Periode 2018-2023.

Berikut nama nama yang dikabarkan berpasangan dalam Pilwali Kota Bau-Bau periode 2018-2023. Pertama, As Tamrin yang bertindak sebagai petahana di kabarkan berpasangan dengan Monianse.

Kedua, Hj Roslina rahim di kabarkan berpasangan dengan Ld. Yasin bertindak sebai penatang. Ketiga, H Yusran Fahim di kabarkan berpasangan dengan Ahmad arfa bertindak sebagai penantang.

Keempat, Maasra Manarfa di kabarkan berpasangan dengan Ikhsan Ismail bertindak sebagai penantang.

Nama-nama tersebut diatas telah santer dan hangat diperbincangkan dalam tatanan masyarakat Kota Bau-Bau dan di Grup sosial media Facebook Ruang Diskusi Mencari Walikota Bau-Bau Periode 2018-2023.

Dari beberapa nama tersebut, baik itu petahana maupun penantang sama sama memiliki peluang menang. Dalam tulisan ini saya ingin menggambarkan secara singkat kemungkina bangunan isu petahana dan penantang yang mungkin akan di sodorkan kepada publik Kota Bau-Bau dalam menarik perhatian dan minat pemilih. Bila tulisan ini kurang dan keliru harap di koreksi.

Kemungkinan Bangunan Isu Petahana

Singkatnya, petahana menurut saya adalah orang yang sebelumnya menjabat sebagai Walikota Bau- Bau. Dan petahana yang saya maksud disini adalah As. Tamrin.

Dalam pandangan publik kebanyakan, petahana memiliki peluang menang yang besar dan bangunan isunya juga cukup masif. Bagaimana tidak, dia (petahana) memiliki modal sosial karena telah berbuat dan menorehkan karya untuk masyarakat Kota Bau-Bau.

Tetapi disisi lain, karya dan modal sosial tersebut tidak sepenuhnya dapat dijadikan acuan untuk memuluskan langkah petahana menuju kamenangan. Sebab tidak sedikit kebijakan petahana yang tidak memuaskan hati dan perasaan publik. Juga Berkaca pada Pilkada Serentak Tahun 2015 lalu, banyak petahana diwilayah Sulawesi Tenggara yang tumbang.

Selain itu, petahana bisa memanfaatkan atau memfungsikan para loyalisnya untuk menggalang massa. Ide dan gagasan baru pun akan menjadi bangunan isu yang ditawarkan oleh petahana dalam menarik perhatian dan dukungan masyarakat Kota Bau-Bau.

Petahana bisa saja lebih menojolkan bangunan isu pembaruan dan penyempurna dari rancangan pembangunan yang telah dicanangkan sebelumnya.

Sehingga saya berkesimpulan petahana akan lebih fokus berbicara karya pembangunan yang telah dibuat dan rancangan yang tepat untuk melanjutkan pembangunan Kota Bau-Bau.

Kemungkinan Bangunan Isu Penantang

Singkatnya, penantang yang saya maksud disini adalah 3 (tiga) figur baru yang mendampingi petahana dalam sengitnya kontestasi Pilwali Kota Bau Bau.

Penantang akan sedikit berbeda dengan petahana dalam segi bangunan isu yang diusung ke publik pemilih. Ide dan gagasan baru yang biasa disebut pembaharuan akan menjadi wacana menarik yang dibincang oleh para penantang.

Selain itu, orang atau kelompok yang tidak begitu puas dengan kebijakan petahana akan lebih tertarik dengan ide dan gagasan baru para penantang petahana.

Walaupun penantang tidak semasif petahana dalam menjual bangunan isu karya, tetapi penantang lebih bebas berbicara untuk pembaharuan Kota Bau-Bau kedepannya. Penantang bisa saja masuk dan berbicara solusi dari kelemahan kebijakan pemerintah.

Sehingga saya berkesimpulan penantang akan lebih fokus berbicara pada isu isu pembaharuan dan solusi untuk Kota Bau-Bau yang lebih baik, serta menggalang orang atau kelompok yang kurang puas dengan kebijakan yang perna diambil oleh petahana.

Antara petahana dan penantang memiliki peluang menang yang sama, semua tergantung langkah dan strategi yang digunakan dalam menarik minat serta simpati para pemilih. Juga kepadaian merubah kelemahan menjadi kekuatan dan mendesain kelemahan yang lain menjadi sebuah peluang yang menguntukan. Lebih dari itu, garis tangan dan campur tangan juga menentukan.

Disisi yang lain, keduanya (petahana dan penantang) memiliki kekurangan dan kelemahan masing masing. Dan tidak menutup kemungkinan akan terjadi sindir menyindir dalam bangunan isu yang dilempar di publik pemilih. Bila ini terjadi, penantang akan lebih leluasa dibanding petahana.

Penantang bisa saja mengkritisi dan mengupas tuntas kebijakan petahana dengan ide dan gagasan pembaharuan. Sementara petahana lebih kepada menjawab tudingan yang disematkan kepadanya, dengan sesekali berbicara bukti karya bukan wacana.

Tetapi walau bagaimanapun sengitnya Pilwali Kota Bau-Bau, petahana dan penantang adalah putra dan putri terbaik yang dimiliki oleh Kota Bau-Bau Provinsi Sulawesi Tenggara.

Kita hanya berharap, petahana dan penantang mampu berkomitmen untuk mendorong dan menciptakan demokrasi yang beretika dan beradap. Sehingga pasca Pilwali semua berlomba lomba untuk membangun Kota Bau-Bau yang kita cintai.[]

Penulis: Hasruddin Jaya

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment