HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Era Revolusi Digital; Competitive Advantage Bagi Indonesia

Era Revolusi Digital; Competitive Advantage Bagi Indonesia
November 17
10:02 2017

Secara konseptual pada tahun 1980 telah terjadi revolusi dalam bidang teknologi, dimana terjadi perubahan dan perbedaan signifikan dalam penggunaan elektronik analog ke teknologi digital. Era revolusi digital yang berjalan hingga saat ini, telah menjadi tren dan kebutuhan global yang tidak bisa dihentikan lagi penggunaannya. Menurut analisis e-marketter, Indonesia pada tahun 2018  akan menjadi negara dengan pengguna smartphone mencapai lebih dari 100 juta orang, dan itu menjadikan Indonesia negara pengguna smartphone terbesar di Asia Tenggara. Jika dilihat dari pola dan gaya hidup masyarakat Indonesia yang sehari-hari selalu menggunakan smartphone, media sosial untuk periklanan, penyimpan data, dan aplikasi integrasi, tentunya faktor-faktor ini menjadi pemicu bahwasanya Indonesia akan menjadi pemain besar dalam era digital. Dalam hal potensi pasar era digital ini Indonesia merupakan negara dengan potensi pasar nomor satu di kawasan regional Asia Tenggara (e-marketter), apalagi dengan sudah masuknya sejak tanggal 31 Desember 2015 pasar bebas asean atau MEA artinya persaingan dari semua lini semakin terbuka.

Pada era revolusi digital ini target pemerintah pada e-commerce saja mencapai 130 milyar USD, artinya pemerintah benar-benar serius dalam mendukung digitilasisasi dalam segala aspek baik ekonomi, lingkungan, transportasi, sosial, hukum,budaya, dan pertanian.  Jika dianalisis dengan metode SWOT pada era digital bagi Indonesia, kelebihannya terletak pada bonus demografi pada tahun 2020 dimana usia produktif di Indonesia sangat meningkat, artinya SDM di Indonesia sedang dalam waktu yang tepat dalam mengembangkan segala aspek dengan digital, ditambah survei dari e-marketter yang menyatakan pengguna internet saat ini tahun 2016 dari 250 juta penduduk Indonesia mencapai 90 juta penduduk pengguna aktif internet. Kekurangan Indonesia pada era digital ini terletak pada persoalan pendanaan yang belum terlalu signifikan, meskipun dari pemerintah sudah memberikan dana 1 milyar untuk perusahaan swasta melakukan start-up dalam upaya peningkatan pertumbuhan ekonomi di Indonesia, serta regulasi kebijakan yang belum jelas dari pemerintah terkait penggunaan digital ini seperti pajak,dll. Peluang di era revolusi digital bagi Indonesia sudah jelas ialah menjadi penguasa dalam hal inovasi-inovasi kreatif yang berbasis digital guna meningkatkan daya saing Indonesia di kancah dunia.  Ancaman di era revolusi digital bagi Indonesia sendiri terletak pada ketidaksiapan SDM Indonesia menghadapi persaingan yang begitu terbuka, apalagi inovasi dan kreativitas SDM di Indonesia masih terbentur oleh sistem di Indonesia, yang belum jelas regulasi dan penerapannya, ditambah lagi pada tahun 2022 terdengar isu bahwasanya Indonesia akan merapat ke pasar bebas buatannya Amerika, yaitu Trans-Pacific Partnership(TPP) yang mengundang negara-negara asia pasifik seperti Jepang,Singapura,Brunei,Vietnam,dll.

Untuk mencapai keunggulan kompetitif/competitive advantage di era revolusi digital ini, ada beberapa hal yang harus dilakukan Indonesia, seperti meningkatkan kualitas SDM nya dengan merubah mindset, bahwasanya Indonesia bukan hanya pasar potensial namun juga tempat produksi yang baik, adanya payung hukum yang jelas terkait regulasi kebijakan digitalisasi dalam semua bidang, proses pendanaan yang memudahkan dan membantu para perusahaan swasta untuk start-up dan UMKM-nya, dan adanya wadah bagi masyarakat Indonesia untuk mengembangkan inovasi dan potensi yang dimiliknya dalam hal digitalisasi seperti halnya rumah kreatif,expo,dan paguyuban. Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir juga mendukung dan mencanangkan bahwasanya era revolusi digital berbasis inovasi akan berkembang untuk meningkatkan daya saing Indonesia.[]

Penulis: Erry Donneli, Kastrat LEM UII 2015-2016

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment