HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Dilema Perjuangan HMI

Dilema Perjuangan HMI
November 11
15:05 2017

HMI adalah organisasi mahasiswa terbesar di Indonesia. Dalam Konstitusinya, HMI dikenali sebagai organisasi Perkaderan dan Perjuangan. Perkaderan bagi HMI adalah ibarat jantung sehingga mati hidupnya HMI tergantung pada perkaderannya. Sementara itu Perjuangan bagi HMI adalah keniscayaan mutlak sebagai implikasi dari perkaderan dan usaha mewujudkan cita-cita yang tercantum dalam tujuan HMI.

Perjuangan HMI sejak awal berdirinya hingga tumbangnya orde lama hingga orde baru senantiasa mengiringi eksistensi Indonesia, sehingga hampir bisa dipastikan HMI adalah senyawa Indonesia, atau replika atau bahkan dikenal sebagai miniatur Indonesia. Dalam candaan ataupun guyonan para  kader HMI, maju mundurnya Indonesia tergantung pada maju mundurnya HMI, sehingga jika ingin memastikan Indonesia hancur maka pastikan lah HMI hancur terlebih dahulu.

Guyonan ini ada benarnya, tidak kurang pula kekeliruannya. Benar bahwa HMI dulu adalah pencetak SDM terbaik sehingga kader-kadernya banyak yang mengisi pos-pos jabatan struktural di Pemerintahan RI. Kelirunya sebab di zaman sekarang, bisa dilihat di media-media massa bahwa kader-kader HMI bermain politik praktis, sedangkan alumni-alumninya ramai-ramai melakukan korupsi.

Ada pertanyaan menggelitik, bagi setiap kader yang ingin sedikit berfikir tentang masa depan HMI. Apakah tujuan HMI masih konsisten pada “Terbinanya Insan Ulil Albaab/Insan Akademis, demi terwujudnya tatanan masyarakat/adil makmur yang diridhoi Allah SWT”?. Sebab dengan realitas hari ini, banyak kader yang menganggap HMI hanya sekedar batu loncatan agar bisa dikenal di kampus-kampus ataupun di masyarakat–Itupun jikalau HMI masih populer di kampus dan di masyarakat tersebut? Terlebih lagi fakta bahwa di setiap kontestasi Pilkada maupun Pileg dan Pilpres, kader-kader HMI terlibat secara langsung dalam politik praktis, sementara di dalam Anggaran Dasar HMI dikenal Independensi yang sangat kental.

Hal tersebut diatas bisa menjadi acuan awal untuk meragukan Istilah Perjuangan HMI sebagai implikasi dari hasil perkaderan. Sebab, istilah Perjuangan ini terlihat mengalami degradasi makna. Perjuangan hanya sebatas koar-koar sewaktu aksi, juga sebagai penyemangat pada status/cuitan-cuitan di media sosial. Aktivis HMI adalah aktivis yang hanya berjuang menjadi tim hore-hore atau penyemarak, juga sebagai aktivis peramai media sosial.

Seyogyanya perjuangan HMI adalah perjuangan tanpa henti, perjuangan yang akan senantiasa berlanjut hingga hari kiamat tiba. Perjuangan yang harus dimaknai oleh setiap kader dan dijiwai kemudian diimplementasikan dalam nilai-nilai yang dijunjung tinggi dan tercermin dalam sikap dan pola perilaku setiap kader. Perjuangan HMI adalah perjuangan yang takkan pernah berhenti apalagi mengalami degradasi, sebab HMI memiliki sejarah panjang kesuksesan sejarah yang bisa ditiru, HMI memiliki Khittah Perjuangan/NDP yang menjadi pedoman pokok setiap kader untuk menjalani misi HMI. HMI harus menyerap semangat zaman, semangat yang senantiasa berubah dan menggebu sebagaimana zaman yang semakin canggih, HMI adalah anak zaman.

Perjuangan yang tak terlihat efeknya, sehingga terkesan sekedar slogan saja ini merupakan masalah utama setiap kader, setiap komisariat, cabang bahkan hingga tingkat Pengurus Besar HMI. HMI Seharusnya memiliki Common Enemy, musuh bersama yang nyata sehingga dengan itu HMI mampu survive dan bersatu untuk menumbangkan musuhnya tersebut. Musuh HMI adalah Kapitalisme/Liberalisme, Komunisme dan Sektarianisme. Musuh HMI adalah rezim yang menindas dan birokrasi yang sewenang-wenang. Musuh HMI adalah setiap kader yang belum sadar diri dengan perjuangannya, sehingga HMI memiliki kewajiban untuk membangunkan kader-kadernya dari tidur panjang yang mengungkung. Kader HMI adalah singa tertidur yang lama lelap dalam dekapan hegemoni dan ketidakpahaman akan Semangat YAKUSA.[]

Penulis: Sharlin, Ketua Umum HMI MPO Cabang Kendari

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment