HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Kapal Pataya III Cemari Laut Sabang

Kapal Pataya III Cemari Laut Sabang
October 14
20:19 2017

HMINEWS.COM, Kapal Pataya III yang kandas satu tahun lebih di perairan Sabang tepatnya di kawasan Iboih diduga melakukan pencemaran perairan laut dengan membuang limbah Bahan Berbahaya dan beracun (B3) . Walhi Aceh mendapatkan laporan dari anggota Walhi Aceh (YPS) kapal tersebut telah membuang limbah oli/minyak ke perairan Laut Sabang dengan sengaja. Walhi Aceh mendesak Dinas Lingkungan Hidup Sabang untuk melakukan survey investigatif untuk mengukur baku mutu air terkait kasus tersebut. Selain itu, Pemerintah Kota Sabang kami desak untuk memanggil pemilik kapal Patayallluntuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban atas perbuatan yang mereka lakukan. Jika terbukti melakukan pelanggaran dan unsur pidana lingkungan, maka pemilik kapal Pataya harus diproses secara hukum, serta wajib melakukan pemulihan lingkungan hidup yang tercemar.

UU No 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, sangat tegas disebutkan setiap orang dilarang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin. Dalam kasus ini, pemilik kapal Pataya memiliki tanggung jawab mutlak sesuai ketentuan pasal 88 undang –undang lingkungan hidup, setiap orang yang tindakannya, usahanya, dan/atau kegiatannya menggunakan B3, menghasilkan dan/atau mengelola limbah B3, dan/atau yang menimbulkan ancaman serius terhadap lingkungan hidup bertanggung jawab mutlak atas kerugian yang terjadi tanpa perlu pembuktian unsur kesalahan. Konsekuensi hukum atas pelanggaran pidana lingkungan, pemilik kapal Pataya dapat dipenjara selama 3 (tiga) tahun dan denda 3 milyar rupiah, sebagaimana ketentuan Pasal 104.

Untuk itu Walhi Aceh mendesak pemerintah Kota Sabang dan aparat kepolisian untuk bertindak cepat terkait kasus ini. Sehingga kasus ini menjadi pelajaran bagi setiap pemilik kapal, serta kasus serupa tidak terulang kembali di masa akan datang. Demikian.

Muhammad Nur, Direktur Eksekutif WALHI Aceh

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment