HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Islam Yang Lupa Tradisi

Islam Yang Lupa Tradisi
October 06
17:41 2017

Banyak orang islam sering salah memahami tradisi, bagi mereka tradisi lebih dipahami sebagai hal yang bersifat lampau, sesuatu yang telah kehilangan relevansinya dengan masa kini, menganut tradisi berarti melarutkan diri pada khayalan masa lalu, dan hal itu justru menyebabkan kemunduran, ragam persepsi tersebut menandakan pemahaman yang sempit terhadap makna tradisi. Tradisi sesungguhnya merupakan sebuah identitas, suatu komunitas terlepas apapun afiliasi komunitasnya yang tak memiliki tradisi sendiri menandakan bahwa komunitas telah kehilangan identitas, bila kehilangan identitas maka dia cenderung untuk meniru komunitas lain, peroses peniruan menyebabkan komunitas peniru selalu tertinggal dari komunitas yang ditiru, pada posisi ini komunitas tersebut gagal menjadi dirinya sendiri.

Jika berkaca kepada fakta sejarah, Islam memiliki tradisi besar di masa lampau, tradisi besar tersebut merupakan pencapaian besar dari peradaban islam, tradisi besar Islam tersebar pada wilayah pemikiran, gerakan, dan hal lainnya yang menjadi penyokong peradaban islam, bila mau lebih jujur lagi, peradaban barat modern banyak meminjam tradisi besar Islam untuk membentuk peradabannya, sebagian cendekiawan barat terbuka mengakui fakta ini. Tradisi pemikiran dan gerakan dalam dunia islam terbukti membuat umat maju di masa lampau khususnya di masa abad islam klasik, patut disayangkan karena banyak umat islam yang tidak mengetahui fakta ini, dan kalau tahu maka pengetahuannya terbatas pada bagian yang bersifat umum saja, kondisi ini menandakan generasi islam masa kini masih banyak yang belum melakukan telaah sejarah secara serius terhadap warisan tradisi besar dalam Islam.

Umat islam sering terjangkit virus inferior, dihadapan peradaban barat modern mereka merasa terlalu rendah, perasaan seperti ini menyebabkan umat menjadi pengagum setia peradaban barat dengan segala penyimpangan yang menyertainya, akibat terjauhnya umat rawan terjebak pada westernisasi, mencoba menjadi barat dengan menghilangkan tradisi islamnya. Umat sepertinya lupa, bahwa untuk memahami sebuah peradaban secara utuh, maka kita harus menelaah bagian pembentuk dasar dari peradaban tersebut, ini dibutuhkan untuk menganalisa muasal sebuah peradaban, dengan cara apa peradaban itu dibentuk, serta ada tidaknya penyimpangan yang mewarnai peradaban tersebut dari semangat awalnya, bila hal ini serius dilakukan, maka pada bagian ini akan dijumpai fakta bahwa salah satu elemen yang membentuk dasar peradaban barat modern adalah tradisi besar yang berkembang dalam dunia islam, hal tersebut bisa dibuktikan dengan masifnya pelajar dari barat yang berguru pada kampus-kampus besar di dunia islam pada masa kegemilangan peradaban islam, para pelajar tersebut kemudian tertular ide pencerahan yang saat itu masih sangat dimusuhi di barat, mereka menjadi generasi awal yang menyebarkan ide pencerahan di dunia barat, lalu hadir generasi selanjutnya yang menjadikan pemikiran mereka sebagai gerakan pencerahan, disayangkan karena sebagian cendekiawan barat masih malu mengakui fakta ini.

Umat islam harus mengenali kembali tradisinya, generasi islam wajib menelaah kembali tradisi pemikiran dan gerakan yang merupakan warisan besar dunia islam kepada generasi selanjutnya, penelaahan terhadap tradisi tersebut tidak boleh sekadar menjadi pengetahuan, tahu tentang tradisi besar islam tanpa tindak lanjut menyebabkan umat terjebak pada romantisme sejarah belaka, pengetahuan utuh terhadap tradisi besar dalam pemikiran dan gerakan harus memiliki daya menggerakkan, caranya adalah perlu melakukan penafsiran ulang terhadap tradisi tersebut, agar lahir pembacaan terhadap tradisi berdasarkan konteks zaman hari ini, sehingga yang diserap bukan hanya bentuk dari tradisi tersebut, akan tetapi nilai substansi yang ada dalam tradisi tersebut, nilai substansi ini selalu memiliki daya menggerakkan kapan dan dimanapun ia hadir, sebab hanya tradisi yang memiliki daya menggerakkan yang mampu memantik perubahan.[]

Penulis: Zaenal Abidin Riam, Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment