HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Gema MA Desak RI Tekan Myanmar Hentikan Kekerasan dan Peganiayaan Terhadap Muslim Rohingya

Gema MA Desak RI Tekan Myanmar Hentikan Kekerasan dan Peganiayaan Terhadap Muslim Rohingya
October 14
20:35 2017

HMINEWS.COM, Mengikuti pemberitaan media terkait Genosida yg dialami Suku Rohingya di Rakhine Myanmar, sangat mengoyak batas kesabaran kita sebagai sesama manusia. Pembunuhan massal secara brutal dan keji, yang dialami penduduk sipil Rohingya di Rakhine, menegaskan bahwa di abad modern ini pun prilaku primitif dan vandalisme masih berlangsung di muka bumi ini. Hal tersebut dikemukakan Ketua Umum DPP Generasi Muda (GEMA) Mathla’ul Anwar, Ahmad Nawawi.

Dikatakannya, Aung San Suu Kyi sebagai ikon gerakan Pro Demokrasi melawan Rezim Junta Militer Myanmar, yang kemudian memperoleh Nobel Perdamaian, yang hari ini memiliki kekuasaan di pemerintahan Myanmar, seharusnya dapat mengambil peran konkrit menyudahi aksi genosida di Rakhine.

“Diam nya Suu Kyi tentu tak ayal membuat kita semua, termasuk sejumlah tokoh dunia, juga para peraih nobel seperti Desmon Tutu, Malala Yousafzai dan lain lain sangat kecewa,” kata Ketua Umum DPP GEMA Mathla’ul Anwar seraya menambahkan “terlepas apapun agama kita, juga indikasi adanya kepentingan geopolitik, ekonomi dan lainnya, kekerasan yang dialami warga Rohingya di Rakhine Myanmar sudah mengoyak nilai-nilai kemanusiaan kita”.

Untuk itu, tambah Nawawi lagi, pihaknya meminta Pemerintah RI untuk  segara mengambil langkah cepat dan tegas menekan Pemerintah Myanmar melalui Jalur ASEAN dan PBB untuk segera menghentikan segala bentuk kekerasan dan peganiayaan terhadap warga Rohingya.

Dikatakannya, pembiaran atas tindakan brutal tentara Pemerintah Myanmar juga kelompok radikal agama di sana, dikhawatirkan akan berdampak serius terhadap keberlangsungan hidup Suku Rohingya di muka bumi. Konflik inipun tidak menutup kemungkinan mengganggu situasi dan kondisi keamanan kawasan ASEAN, Asia, bahkan dunia. (MAD)

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment