HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Bekali Diri Sebelum Beraksi

Bekali Diri Sebelum Beraksi
September 30
05:49 2017

Sebagai agent of change, social control dan iron stock mahasiswa memiliki arti penting bagi bangsa Indonesia. Bahkan kekuatan mahasiswa seluruh Indonesia jika disatukan akan menghasilkan Super Power yang mungkin bisa membalikkan keaadan negeri ini, seperti pada masa Orde Baru ketika para mahasiswa berhasil membuat Soeharto lengser.

Unjuk rasa, demontrasi dan aksi-aksi protes memang kerap dilakukan oleh kalangan mahasiswa dalam menuntut keadilan maupun penegakan hukum di Indonesia. Rasa kritis terhadap problematika yang ada disekitar memang wajib dimiliki para mahasiswa, untuk mengkritik dan menemukan solusi atas semua permasalahan yang ada di Indonesia hingga bisa diselesaikan dengan seadil-adilnya dan tidak memihak siapapun serta demi kesejahteraan bersama. Namun, aksi-aksi tuntutan mahasiswa tak jarang berujung ricuh dan bentrok. Terlepas dari keadaan di lapangan, memang sungguh disayangkan bila mahasiswa sebagai kaum intelektual karena pengetahuannya justru menodai demokrasi dan aksi-aksi lain dengan kekerasan dan tawuran misalnya dengan aparat keamanan.

Menilik dari ajaran Tan Malaka, sebuah aksi setidaknya harus didasari dengan pemikiran yang matang, pemahaman teori dan tujuan yang jelas. Tan Malaka sendiri telah dikenal sebagai seorang pahlawan yang memiliki intelektualitas yang tinggi serta tak canggung untuk turun langsung membela buruh di zaman penjajahan.  Tanpa itu semua, sebuah aksi akan cenderung ngawur, tanpa aturan, bahkan tanpa tujuan. Sehingga kemungkinan aksi yang dilakukan justru menyalahi peraturan dan hukum.

Menjadi insan yang berintelektual tentu tidak cukup hanya dengan membaca buku-buku sejarah, membaca referensi, membaca pemikiran tokoh besar maupun hanya membaca berita-berita terkini saja. Insan berintelektual tentulah yang harus kritis dan paham tentang sebuah permasalahan dan sekiranya dapat menemukan cara penyelesaian masalah tersebut. Diskusi dan bertukar pikiran pun dinilai juga sangat perlu untuk saling mengisi kekurangan dan saling menyempurnakan dan menyatukan pemikiran masing-masing dalam hal ini.

Yang tak kalah penting juga adalah adanya tujuan yang mendasari sebuah aksi. Tujuan ini harus terkonsep jelas dan terarah. Selain itu, aksi juga harus memiliki aturan, tata tertib pelaksanaan serta batasan aksi yang akan dilakukan. Semua ini harus didiskusikan dan dibuat kesepakatan antar sesama pelaku aksi agar di waktu pelaksaan aksi dapat berlangsung kondusif, tertib dan damai.Karena sudah selayaknya kebebasan demokrasi yang kita miliki digunakan sebaik-baiknya demi keadilan dan kesejahteraan bersama. Aspirasi kita tidak harus dibarengi kekerasan. Perkayalah diri dengan pengetahuan, teori dan solusi-solusi untuk berdiplomasi yang bukan tak mungkin akan dibutuhkan dalam sebuah aksi membela keadilan dan kesejahteraan di negeri ini.[]

Penulis: Siti Sriwati Aprilliani

Kader HMI Komisariat Eksata Universitas Negeri Surabaya

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment