HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

PB HMI: Hentikan Genosida Terhadap Muslim Rohingya di Myanmar

PB HMI: Hentikan Genosida Terhadap Muslim Rohingya di Myanmar
September 03
14:50 2017

HMINEWS.COM – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) serukan hentikan Genosida terhadap muslim Rohingya di Arakan, Myanmar.

PB HMI mengingatkan krisis kemanusiaan dan upaya Genosida yang terjadi terhadap muslim Rohingya di Myanmar adalah Tragedi kemanusiaan yg luar biasa yg membutuhkan perhatian internasional dan khususnya bangsa-bangsa serantau Asia Tenggara.

“Sikap PB HMI sangat jelas terkait hal ini, hentikan Genosida terhadap muslim Rohingya. Pemerintah Myanmar harus membebaskan muslim Rohingya dari ancaman Genosida etnis baik melalui tindakan kekerasan yang mengakibatkan penderitaan fisik atau mental; mengkondisikan kemusnahan secara fisik sebagian atau seluruhnya; melakukan tindakan mencegah kelahiran; maupun memindahkan secara paksa anak-anak; ataupun melalui penghilangan jejak budaya Rohingya dengan melarang penggunaan bahasa, mengubah atau menghancurkan sejarah serta menghancurkan simbol-simbol kebudayaan dan identitasnya,”ujar Ketua Umum PB HMI, Muhammad Fauzi, Sabtu (02/09).

Selain itu, pada kesempatan yang sama, Ketua Komisi Hubungan Internasional PB HMI, Ruslan Arief BM juga mendorong kebijakan luar negeri pemerintah NKRI yang positif terhadap kehidupan muslim Rohingya.

“Tindakan anti-kemanusiaan terhadap komunitas muslim Rohingya oleh pemerintah Myanmar mengakibatkan hak kewargaan 1,3 juta muslim Rohingnya tidak diakui meskipun mereka telah menetap berabad-abad di Myanmar. PB HMI mendorong kebijakan Pemerintah RI, yang bebas aktif dalam menyelesaikan genosida etnis ini. Selain itu Indonesia sebagai anggota OKI bisa turut serta memainkan perananya bersama negara – negara OKI lainya seperti Turki,Iran dan Arab Saudi,” tukasnya.

Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) juga berharap publik mengkaji dan menyebarkan pemahaman serta opini yang benar seputar genosida etnis muslim Rohingnya.

“HMI harap dilakukan penggalangan dan kampanye masif untuk meningkatkan kesadaran publik akan krisis Rohingnya. Dengan mengkaji dan memperluas pengertian dan opini yang benar seputar genosida etnis muslim Rohingnya, kita bisa mengajak peran serta masyarakat luas dalam mendorongnya menyediakan solusi dan kebijakan yang jelas, jangan sampai tahun depan dan seterusnya kita bisai lagi berita rutin genosida seperti sekarang. ” kata Ruslan. []

About Author

Redaksi

Redaksi

Redaktur di hminews.com. Kirim tulisan anda di email Redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment