HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

WALHI Aceh: Degradasi Hutan dan Lahan Memicu Kebakaran di Aceh

WALHI Aceh: Degradasi Hutan dan Lahan Memicu Kebakaran di Aceh
August 01
20:00 2017

HMINEWS.COM, Bencana kebakaran yang terjadi di Aceh telah berdampak serius terhadap kelangsungan lingkungan hidup dan kehidupan manusia. Wilayah Barat – Selatan Aceh merupakan wilayah yang memiliki potensi kebakaran hutan dan lahan setiap tahun,  di karenakan di wilayah tersebut memiliki area gambut dan hutan semak belukar dalam hamparan besar.  Berdasarkan peta potensi yang dikeluarkan oleh BMKG di wilayah Barat – Selatan Aceh masuk kategori mudah terbakar.

Berdasarkan analisis Walhi Aceh dari berbagai sumber hingga akhir juli 2017 tersebar 35 titik panas yang tersebar di delapan kabupaten/kota di Aceh. Titik panas terbanyak berada di Aceh Barat 12 titik, Nagan Raya 11 titik. Sedangkan Aceh Besar, Aceh Jaya, Aceh dan Tengah terdapat tiga titik dimasing-masing wilayah, begitu juga di Aceh Singkil, Gayo Lues, dan Subulussalam masing – masing  satu titik.

kerusakan hutan dan lahan mencapai 960.000 hektar menjadi area pertambangan legal maupun ilegal, perkebunan rakyat maupun industri, pembangunan 44 ruas jalan dalam kawasan hutan, dan proyek energi bagian dari faktor penyebab terjadinya kekeringan di Aceh. Hilangnya debit air sungai mengindikasi ada persoalan di kawasan hulu. Sebagai daerah hilir, perubahan fungsi lahan gambut menjadi perkebunan merupakan faktor utama penyebab kebakaran di Aceh. Lahan gambut mempunyai peran penting dalam menjaga siklus air di rawa,  disamping itu lahan gambut juga mempunyai daya menahan air yang tinggi sehingga berfungsi sebagai penyangga hidrologi areal sekelilingnya mencegah terjadinya banjir dan kekeringan.

Pada saat lahan gambut dikonversi menjadi lahan perkebunan, terlebih melakukan budidaya jenis tanaman monokultur, akan berdampak serius terhadap hilangnya fungsi alami lahan gambut tersebut. Lahan gambut akan mengering dan mudah terbakar.

Kebakaran lahan dan hutan maupun gambut di Aceh Barat berdampak pada udara bersih yang menyebabkan terganggunya kesehatan warga. Selain itu berdampak juga terhadap pelayanan pendidikan, perekonomian warga, rusak lahan pertanian.

Apa yang terjadi di Aceh Barat menjadi cacatan penting bagi pemerintah kabupaten dan provinsi. Sehingga kedepan lebih selektif dalam pemberian izin usaha perkebunan di area gambut maupun di area penyangga air bagi kehidupan, juga harus memiliki pola pengawasan yang tepat sehingga kasus serupa tidak terulang kembali.

Walhi Aceh memberikan apresiasi kepada Polres Aceh Barat yang berhasil menangkap 6 orang tersangka pembakaran lahan, kepada anggota TNI, BPBD, dan semua pihak yang telah berperan aktif dalam membantu korban dan kegiatan pemadaman api. Aparat penegak hukum penting juga memeriksa perusahaan perkebunan yang lahannya terbakar, jika terbukti terjadi pelanggaran hukum maka harus ditindak dengan tegas. Terkadang ada unsur kesengajaan dalam pembakaran lahan, kegiatan land clearingusaha perkebunan jika tidak dilakukan pengawasan maka dilakukan dengan pola membakar. Selain berbiaya murah, dan tidak membutuhkan waktu yang lama, Walhi Aceh mendukung upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan oleh Polres Aceh Barat terkait kasus kebakaran lahan yang objektif.

Walhi Aceh

Muhammad Nur

Direktur Eksekutif

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment