HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Islam dan Bangsa Dalam Satu Kesatuan

Islam dan Bangsa Dalam Satu Kesatuan
August 09
17:46 2017

Sejarah relasi Islam dan bangsa memang tak selalu harmonis, ada masa pasang surut dalam relasinya. Meski beragam, Indonesia merupakan negara yang penghuninya mayoritas beragam islam, Islam telah sangat mengakar di Indonesia, oleh rakyat Indonesia yang beragama islam, agama ini tidak sekadar diperlakukan sebagai agama formal, melainkan juga sebagai nilai yang mempengaruhi aspek privat masyarakat Indonesia, membicarakan Indonesia tanpa membicarakan Islam adalah hal mustahil, hal tersebut merupakan pengabaian terhadap realitas mayoritas di nusantara, sebaliknya, membicarakan Islam tanpa menyinggung Indonesia juga terbilang naif, hal tersebut mengabaikan fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia.

Dinamika keislaman yang nampak di Indonesia memiliki ciri khas tersendiri, bila dikaitkan dengan bangsa, mayoritas cara pandang berislam di Indonesia tak mempertentangkan antara Islam dan bangsa, fakta tersebut semakin nyata saat kita bersikap terbuka terhadap realitas sejarah perjuangan kemerdekaan, kaum santri dan ulama memiliki andil besar dalam sejarah perjuangan kemerdekaan, perjuangan tersebut dilandasi oleh kesadaran berislam, kesadaran bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah jihad mulia, sehingga tak diherankan bila ulama di masa itu mengeluarkan resolusi jihad guna mengusir penjajah dari bumi Indonesia. Fakta ini bisa menjadi dasar bahwa secara historis umat Islam di Indonesia meyakini dirinya sebagai satu kesatuan dengan Indonesia.

Bila merujuk kepada Al qur’an sebagai sumber ajaran Islam, maka kita akan menjumpai bahwa dalam Al Qur’an sendiri ada sekitar 322 ayat yang membincang tentang bangsa dalam konteks positif. Fakta ini kiranya bisa menjadi landasan ideologis untuk memahami bahwa Islam dan bangsa adalah satu kesatuan. Dengan memahami fakta ini maka akan menghilangkan keraguan bahwa bangsa seolah merupakan barang haram dalam Islam, pada bagian lain, fakta ini juga bisa menjadi bekal untuk meletakkan paradigma yang utuh dan harmonis antara Islam dan bangsa.

Tentu kita juga harus bersikap kritis terhadap paham kebangsaan, sebab realitasnya tak semua paham kebangsaan sejalan dengan semangat Islam, mesti ditegaskan bahwa paham kebangsaan yang terlampau ekstrim tak sejalan dengan semangat Islam, paham kebangsaan semacam ini sangat dipengaruhi oleh unsur chauvinisme, sebuah paham yang melakukan pemujaan berlebihan terhadap bangsa, paham ini justru tidak produktif, lebih jauh paham ini bisa merusak solidaritas kemanusiaan, paham kebangsaan model ini justru berpotensi melahirkan rasisme, paham kebangsaan ini pernah melanda Jerman di era Nazi, dan umat manusia telah melihat akibat merusak yang ditimbulkannya, paham kebangsaan jenis ini pula yang mempengaruhi Zionisme Israel, dan dunia masih melihat akibat brutal yang ditimbulkannya.

Paham kebangsaan yang berlaku di Indonesia harus proporsional, terbuka dan sesuai dengan budaya Indonesia. kiranya paham kebangsaan model ini yang sejalan dengan semangat keislaman, paham kebangsaan seperti ini pula yang menjadikan para ulama di masa perjuangan fisik kemerdekaan meyakini bahwa perjuangan kemerdekaan Indonesia adalah bagian dari iman. Sejarah akan terus bergulir, ujian terhadap perpaduan Islam dan bangsa dalam konteks Indonesia akan terus diuji, bagi generasi yang mulai ragu dengan perpaduan Islam dan bangsa, maka perlu kiranya menyelami kembali pandangan ulama yang terlibat langsung dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Penulis: Zaenal Abidin Riam, Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO 2015 – 2017 M

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment