HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

HMI Dipo Ternate Lakukan Aksi Premanisme

HMI Dipo Ternate Lakukan Aksi Premanisme
August 20
22:40 2017

HMINEWS.COM, Aksi premanisme yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan kader dan pengurus H impunan Mahasiswa Islam (HMI) Diponegoro Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, benar-benar sudah di luar batas. Ya, gerombolan mahasiswa tersebut nekat melakukan aksi pemukulan terhadap kader Himpunan Mahasiswa Islam Mejelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) Cabang Ternate, Sabtu (19/8) lalu.

Akibat kejadian tersebut, Ketua Formatur HMI MPO Ternate Mukhalis dan Ode Syahputra L menjadi korban atas aksi berutal para pengurus HMI Dipo Ternate. Tidak hanya itu, salah seorang pengurus besar (PB) HMI MPO yang berada di daerah tersebut sempat mendapatkan intimidasi.

Informasi dihimpun HMINews, pristiwa main hakim sendiri tersebut berawal saat HMI MPO Ternate hendak melakukan pelantikan pengurus di National Building Centre Library (NBCL), tepatnya di depan Kampus B UMMU, Kelurahan Sasa, Kota Ternate, Sabtu (19/8) pukul 09.00 Wita.

Pada saat bersamaan, sekelompok massa yang mengatasnamakan HMI Dipo dari berbagai universitas di Ternate tiba-tiba merangsak masuk ke lokasi pelantikan, serta melakukan perusakan dengan membuka paksa spanduk dan melakukan pengeroyokan terhadap Ketua Formatur HMI MPO Cabang Ternate dan Ode Syahputra L selaku Ketua Panitia.

Aksi tercela tersebut tidak sampai di situ. Pasca melakukan pengeroyokan, pengurus dan kader HMI Dipo Ternate kemudian membakar spanduk kegiatan HMI MPO. Selain itu, kelompok massa juga menyandera Ketua Formatur dalam mobil dan membawanya ke rumah salah seorang alumni HMI MPO di Kelapa Pendek, Mangga Dua Utara Arbain Mahmud. Pasalnya, Arbain dianggap sebagai aktor yang menggagas lahirnya HMI MPO di Ternate.

Sesampai di rumah tersebut sempat terjadi dialog. Namun, dalam dialog tersebut muncul ujaran kebencian dan provokatif yang menyebabkan Arbaim merasakan tekanan psikologis. Pasalnya, perbuatan itu dilakukan di depan keluarga Arbain dan para tetangganya.

Merasa tidak puas, massa HMI Dipo kembali menuju ke NBCL. Di tempat kejadian perkara (TKP), pengurus HMI melakukan aksi provokatif dengan cara membanting kursi dan merusak fasilitas NBCL. Ujungnya, masa HMI kemudian mengeroyok dan memukul Isra selaku PB HMI MPO yang ada di lokasi tersebut.

Ketika dikonfirmasi media ini, Ketua Formatur HMI MPO Ternate Mukhalis membenarkan aksi berutal itu. Atas kejadian tersebut, dirinya secara pribadi dan kelembagaan HMI MPO telah melaporkannya kepada pihak berwajib.

“Kasus itu sudah kami laporkan ke pihak Polsek Ternate Selatan, kemarin (Sabtu, Red). Kami meminta kasus ini bisa diproses secara hukum,” katanya, Minggu (20/8).

Alat bukti berupa hasil visum dan foto-foto pristiwa tersebut telah diserahkan pihaknya kepada penyidik kepolisian. Dia meminta, supaya pihak berwajib segera mengambil langkah dan menangkap para pelaku.

“Terus terang saja, kami tidak merasa punya salah dan maslah dengan mereka (HMI Dipo, Red). Kami juga binggung kenapa mereka tiba-tiba menyerang dan memukul kami. Saya tidak terima diperlakukan seperti itu (dikeroyok),” tandasnya. (DIN)

About Author

Redaksi

Redaksi

Redaktur di hminews.com. Kirim tulisan anda di email Redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment