HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Menjadi Ilmuwan Atau Intelektual; Tinjauan Terhadap KKN UIN Jakarta

Menjadi Ilmuwan Atau Intelektual; Tinjauan Terhadap KKN UIN Jakarta
June 04
14:56 2017

KKN Uin Jakarta 2017 masih menjadi topik utama untuk dibahas seluk-beluknya, mulai dari peraturan, penyusunan program kerja maupun dari esensi kegiatan KKN itu sendiri. Tahun ini ada peraturan baru yang muncul. Peraturan tersebut dikeluarkan oleh Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) Uin Jakarta sebagai instansi terkait yang mengatur tentang pengabdian masyarakat di UIN Jakarta.

Peraturan tersebut langsung diucapkan oleh Ketua Pusat Pegabdian masyarakat yang berisi, “Mereka yang telah melakukan kegiatan pengabdian masyarakat, akan dinilai sebagai kegiatan KKN, tapi tentu dengan syarat-syarat yang berlaku sesuai aturan dan pedoman yang dibuat PPM nanti” jelas Ketua Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) UIN Jakarta. Pihak kampus menganggap kegiatan sosial yang nyata dan rutin di tengah masyarakat nilainya sama dengan KKN, baik itu dilakukan secara individu atau kelompok.

Lantas apa yang diinginkan oleh pihak kampus mengadakan kegiatan sebesar KKN ini, yang dimana mahasiswa (i) ditugaskan 30 hari lamanya untuk berkarya di suatu desa? Tentunya untuk menciptakan manusia yang peduli akan kehidupan bangsanya. manusia yang seperti apa? Seorang ilmuwan atau intelektual?.

Ada  dua  macam  pengertian  intelektual.   Pertama,  pengertian sederhana  atau  yang minimal,  yaitu  bahwa  intelektual  adalah mereka yang  terpelajar  atau educated.  Kedua, pengertian  yang ideal,  yaitu   bahwa  intelektual  adalah   mereka  yang   educated (secara  akademis),   kreatif,  memiliki   gairah  pengabdian   dan bertanggungjawab (jujur,  berani, cinta kebenaran,  dan semacam itu).  Menurut Rosihan  Anwar, intelektual  adalah  mereka yang berpengetahuan  luas,   memikirkan  tentang  hari   depan  umat manusia  dan  kemanusiaan.  Sedang  menurut  Dr.  Mohammad Hatta, kaum  intelektual merupakan  minoritas yang berkualitas. Dalam saat-saat  gawat dimana  demokrasi macet,  dia muncul ke permukaan untuk menyelesaikan masalah.

Pada pokoknya, intelektual  dalam pengertian  ideal  adalah mereka yang  educated,  berkarakter serta  memiliki gagasan-gagasan sosial-politik.  Dia  melihat masalah  kemasyarakatan dari segala aspeknya,  dalam interelasinya  dengan aspek-aspek  lain. Intelektual  harus dibedakan  dengan scientist  (ilmuwan).  Ilmuwan itu  hanya memusatkan  diri di satu  bidang saja  (ahli atom, ahli ekonomi,  ahli  hukum, ahli  linguistik dan  sebagainya) dan kurang melihat  hubungannya dengan bidang-bidang  lain dalam rangka kemajuan  masyarakat. Pegangan kaum  intelektual secara umum adalah  kemanusiaan (humanity).

Berdasarkan penjelasan singkat di atas, jika kita diberi pilihan untuk menjadi seorang ilmuwan atau intelektual, maka tentu saja kita lebih memilih menjadi seorang intelektual. Kita melihat pengertian intelektual menurut Rosihan Anwar ialah orang yang memikirkan tentang masa depan manusia, artinya adalah orang yang mampu mengubah tatanan kehidupan masyarakat.

Ahmad wahib, dalam catatan hariannya menuliskan ciri-ciri seorang intelektual secara fundamental, yaitu: Mereka  pelopor atau  innovator, mereka memiliki  pola  pikir yang  tidak  sama  dengan pola pikir  masyarakatnya, dengan  demikian mereka capable untuk menarik masyarakatnya ke arah kemajuan, mereka  responsif, ekspresif  dan formulatif, mereka  kreatif, bukan  reaktif, mereka  independent-aktif, mereka  jujur dan  berani (intellectual  courage), mereka  tidak mencari  simpati.

Jika kita melihat kondisi Indonesia sekarang, maka kaum intelektual Indonesia memiliki tugas besar dalam pembangunan nasional serta pembaharuan di masyarakat. Dalam rangka mempercepat proses pembangunan dan pembaharuan ini, serta dalam rangka mendudukkan kaum intelektual sesuai dengan posisi dan perannya, maka pendidikan dan pengajaran bagi generasi baru harus ditingkatkan kualitasnya.

Pembinaan universitas sebagai puaat kegiatan intelektual tentunya sangat diperlukan, seperti halnya UIN Jakarta yang mengadakan kegiatan KKN setiap tahunnya, yang tentunya untuk menciptakan intelektual-intelektual bagi pembaharuan masyarakat, semoga kita bisa menjadi insan pencipta, pengabdi, yang bernafaskan islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridhoi Allah SWT.

Penulis: Andika Bachtiar, Kader HMI Cabang Ciputat

Referensi utama: Effendi, Djohan. 2006. Pergolakan Pemikiran Islam: Catatan Harian Ahmad Wahib. Yogyakarta: LP3ES.

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment