HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

HMI Tuntut Kapolri Mundur

HMI Tuntut Kapolri Mundur
June 29
19:30 2017

HMINEWS.COM, Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), Muhammad Fauzi mempertanyakan komitmen dan keseriusan Polri dalam mengungkap secara objektif dan transparan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan.

“Kasus ini terang benderang, keterangan korban dan saksi-saksi sudah cukup kuat untuk mengungkap dan menetapkan tersangka dan pihak-pihak terkait, termasuk oknum Jenderal Kepolisian yang diduga terlibat dalam kasus ini. Kalau Polisi serius, pasti terungkap aktor intelektual dibalik kasus ini” Jelas Fauzi, Kamis (29/6).

HMI MPO menilai Polisi tidak serius mengawal kasus ini, terkesan ada pembiaran.

“Ini hampir 3 bulan, tapi belum ada perkembangan kemajuan yang signifikan. Polisi terlalu banyak berjanji, tapi buktinya sampai sekarang begitu-begitu saja. Kasus ini mempertaruhkan institusi Kepolisian, kalau Tito Karnavian tidak secepatnya menuntaskan kasus ini, sebaiknya mundur dari Kapolri. Tegasnya.

Dugaan adanya keterlibatan oknum Jenderal dalam kasus ini adalah pertanda persoalan ini sangat serius, dilakukan secara terencana dan sistematis. HMI memandang kasus ini terjadi karena beberapa hal, Pertama, skenario untuk menghambat agenda pemberantasan korupsi, khususnya kasus-kasus besar yang sedang ditangani KPK saat ini. Kedua, Serangan balik para koruptor, atau pihak-pihak yang selama ini dirugikan oleh keberadaan KPK.

HMI mendesak presiden Joko Widodo untuk serius memperhatikan kasus ini. Presiden jangan diam saja, presiden harus menunjukkan komitmen dan keberpihakannya dalam mendukung agenda pemberantasan korupsi.

“Sebelumnya HMI pernah mengusulkan kepada Presiden Joko Widodo untuk Membentuk Tim Pencari Fakta (TPF). TPF akan mengungkap kasus kriminalisasi terhadap penyidik senior KPK ini secara independen dan transparan, sehingga dapat diungkap pihak-pihak yang terlibat dan apa motif dibalik kasus ini” Terangnya, Kamis (29/6).

HMI mengajak masyarakat untuk terus memantau dan mendukung proses penegakan hukum yang adil terhadap kasus ini.[]

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment