HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Kesiapan Masyarakat Bulurejo Menghadapi MEA

Kesiapan Masyarakat Bulurejo Menghadapi MEA
May 09
00:12 2017

HMINEWS.COM, Mata pencaharian masyarakat di Desa Bulurejo Kecamatan Diwek, Jombang didominasi oleh pembuat batu bata merah, petani, dan pengepul barang bekas. Menarik ketika kita fokus kepada profesi terakhir, yakni pengepul sampah, tumpukan sampah yang tidak memiliki nilai ekonomi bagi kebanyakan orang, justru memberi kehidupan untuk banyak masyarakat di  Bulurejo. Mereka memilih menjadi pengepul dan pengrajin barang bekas bukanlah hal yang kebetulan,  para tukang rongsok, sebutan akrab untuk pengumpul barang bekas, mengaku saat ditemui langsung bahwa ada “emas” di dalam setiap barang bekas yang mereka terima. Khususnya barang elektronik seperti komputer dan sebaginya.

Jika MEA menyasar ekonomi mandiri, maka karakteristik masyarakat Bulurejo ini, bisa menjadi cerminan dari sikap preventif rakyat Indonesia, khususnya untuk menghadapi kompetisi skala global. Mereka tidak hanya terfokus pada pengambilan dan peleburan kandungan “emas” yang terdapat dalam setiap unit computer saja, melainkan me-recycle komponen agar bisa digunakan kembali. Seperti komponen komputer tabung yang dapat dimodifikasi menjadi barang bernilai ekonomi semisal TV, dari penjualan komponen ini mereka bisa meraup pendapatan berbekal kreativitas. Tak sedikit keuntungan penjualan komponen dan kandungan “emas” yang bisa diraup oleh pengrajin, dalam satu komputer bisa mencapai angka Rp. 300.000, jika dalam sehari seorang pengrajin bisa menjual lima unit komputer bekas, lahan ekonomi mandiri di Indonesia tentu melimpah dan menjanjikan.

Pasar bebas dengan istilah MEA yang diresmikan pada tahun 2015 lalu, mengeluarkan kebijakan dengan memberi kesempatan bagi para pelaku bisnis dari negara di asia tenggara untuk bersaing menciptakan iklim ekonomi mandiri. Itu artinya akan ada banyak transaksi ekspor-impor di wajah bangsa Indonesia, penanaman modal, dan lain sebagainya. Masyarakat harus siap mengahadapi sistem perekonomian dengan skala global, demi menciptakan kesempatan bagi Bangsa Indonesia menjadi Negara adidaya. Saat ini urgensi ekonomi bagi masyarakat adalah pembekalan untuk kesiapan mental dan daya kreatifitas ekonomi mandiri.

Hemat saya, dalam skala mikro, masyarakat pengrajin barang bekas di Bulurejo adalah bentuk representasi Indonesia di kancah dunia,  tidak memerlukan modal yang besar, akan tetapi bisa menghasilkan sesuatu dengan maksimal berbekal mental kritis dan kreasi-aksi. Meski terkesan sepele,  saya yakin dengan sedikit penyuluhan seputar ekonomi kreatif, masyarakat Indonesia bisa dengan mudah beradaptasi dengan mandiri dan siap menghadapi sistem perekonomian global tanpa bergantung kepada Negara lain.

Penulis: Fahmil Hidayat

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment