HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Nilai Islam dan Kebangsaan Bisa Dipadukan

Nilai Islam dan Kebangsaan Bisa Dipadukan
May 05
23:32 2017

HMINEWS.COM, Akhir-akhir ini ruang publik sangat gaduh, masyarakat seolah terbelah dalam dua kutub, masing-masing kutub membentuk penafsiran sendiri terhadap nilai kebangsaan, setiap kutub saling menegasikan, setiap pihak merasa paling memperhatikan nilai kebangsaan, dan pada saat yang sama menuduh kelompok lain mengabaikan nilai kebangsaan, bahkan bersifat anti. Isu ini menjadi salah satu bahan perbincangan dalam diskusi peradaban yang digelar Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI MPO.

Islam dan kebangsaan harus dilihat sebagai satu bagian, bukan dua bagian yang terpisah, bila keduanya dilihat terpisah, maka yang muncul adalah penajaman perbedaan antara keduanya, akibatnya hal ini memunculkan relasi konflik.

Ketua Komisi Intelektual dan Peradaban PB HMI, Zaenal Abidin Riam, di sela diskusi mengatakan Islam dan kebangsaan tak mungkin dipisahkan, nilai yang terkandung dalam keduanya bersifat saling mengisi.

“Pada dasarnya saat isu keislaman dibincang maka berarti kita juga sedang membincang isu kebangsaan, demikian pula sebaliknya. Terdapat nilai kebangsaan dalam perbincangan tentang keislaman, juga terdapat nilai keislaman dalam perbincangan tentang kebangsaan” jelasnya.

“Isu kebangsaan seharusnya dipandang sebagai isu peradaban, hal ini penting agar kita tidak terjebak desain kelompok tertentu yang menjadikan isu kebangsaan sebagai jualan untuk mencapai kepentingan jangka pendek” tambah pria yang biasa disapa Enal ini.

Indonesia memang sedang mengalami krisis multidimensi, namun krisis tersebut tak boleh merontokkan pondasi hubungan Islam dan bangsa yang telah susah payah dirajut para pendiri awal bangsa ini.

Kegiatan diskusi peradaban akan rutin digelar setiap bulan, fokusnya membincang isu keumatan dan kebangsaan, khususnya yang dianggap urgen dan layak disikapi.[]

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment