HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Kartini-Kartini di Nusantara

Kartini-Kartini di Nusantara
April 21
21:42 2017

Setiap tahun kita selalu memperingati tanggal kelahiran Raden Ajeng Kartini. Jasa-jasanya yang telah dijejalkan ke dalam kepala kita sejak berada di bangku SD juga kembali dibuka. Seperti usahanya yang mengadakan pendidikan bagi kaum perempuan untuk mengenal baca tulis hingga angan-angannya melalui surat-suratnya. Selalu saja hal ini diulang-ulang seolah dunia perempuan Indonesia hari ini masih sama saat Kartini hidup.

Kondisinya memang telah jauh berbeda, perempuan kini telah beremansipasi hampir di segala bidang. Tergantung apakah perempuan mau dan mampu “berjejal dan bersaing” bersama kaum adam. Namun demikian sesuatu yang dimaksudkan untuk selalu diingat hingga menginspirasi kaum hawa masa kini adalah semangat, perbuatannya, serta konsistensinya yang melakukan perubahan untuk kaumnya bermodal apa yang dimilikinya.

di Nusantara sendiri tidak hanya memiliki sosok Kartini seorang. Pribadi yang tidak kalah mengagumkan bahkan sangat besar pengaruhnya seperti Malahayati, perempuan pejuang yang sangat ditakuti oleh musuh pada masa upaya kolonialisasi Belanda di Nusantara. Sebut juga Cut Nyak Dien dan Cut Meutia yang sama-sama tergabung dalam Inong Bale (pasukan para janda syuhada) yang terbukti membuat Belanda selalu gagal menguasai Aceh hingga memasuki abad ke-20.

Dari Maluku juga dikenal seorang pejuang yang selalu harum namanya, Christina Martha Tiahahu yang bekerja keras menjaga keutuhan dan kedaulatan negerinya. Tokoh lain dari tanah Jawa ada Raden Dewi Sartika yang memiliki bidang perjuangan yang sama dengan Kartini. di Daerah lain seperti Buton juga memiliki pahlawan perempuan, yang dengan kekayaannya ia membiayai hampir semua kebutuhan pembangunan benteng yang digunakan sebagai pertahanan dari gempuran musuh Belanda.

Kini di masa sekarang masih adakah sosok pahlawan perempuan seperti Kartini ?. Bila melihat kuantitas manusia Indonesia dan dinamika kehidupan bangsa maka jawabannya tentulah ada. Tokoh perempuan sekelas Malahayati yang paling fenomenal adalah Susi Pudjiastuti, seorang Menteri Kelautan dan Perikanan RI yang gemar menenggelamkan kapal pencuri ikan. Lebih dari itu sebenarnya Kartini-Kartini lainnya juga hadir di setiap rumah. Mereka adalah sosok yang melahirkan, merawat, mendidik, dan membesarkan kita hingga sebesar ini. Dia adalah para Ibu yang dengan ikhlas dan sepenuh hati. Ibu kitalah “The Real Kartini”. 

Ada begitu banyak sosok Kartini di negeri kita yang belum sempat mendapat pengakuan sebagai pahlawan nasional. Hal yang terpenting dilakukan adalah menghormati jasa-jasanya, mendoakannya, serta turut berpartisipasi melestarikan niat baik dan usahanya. Selamat merayakan hari spirit Kartini.

Penulis: La Ode Rauda Manarfa, Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan PB HMI MPO

About Author

redaksi

redaksi

redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment