HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Menerka Langkah Mahasiswa Islam Dalam Advokasi Energi dan Ekonomi

Menerka Langkah Mahasiswa Islam Dalam Advokasi Energi dan Ekonomi
April 07
02:22 2017

HMINEWS.COM, Indonesia sejak awal merdeka sangat tergantung kepada “luar”, hal ini terjadi hampir dalam berbagai bidang tidak terkecuali pada usaha pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Kini di usia negara yang sepuh masih diklaim oleh sejumlah pihak memiliki kondisi yang sama ketika masa awal proklamasi. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, pada kenyataannya masih dapat disaksikan.

Ada yang berkeras agar negara ini berdiri di atas kakinya sendiri, ada pula yang menjegalnya mulai dari tataran gagasan hingga aplikasi. Beberapa pertanyaan seperti bagaimana dunia pengelolaan energi dan sumber daya alam Indonesia terkini, apa masalahnya, apa alternatif solusinya, bagaimana seharusnya, mengapa sampai saat ini Indonesia belum dapat setara dengan negara-negara lain dalam hal kemandirian energi dan sumberdaya alam, lalu menjadi secuil cahaya guna mengetahui seperti apa kondisi alur terjal yang ada pada bidang ini.

Belum lagi adu paradigma pengelolaan lingkungan hidup, melalui antroposentrisme yang berpolar pada manusia, sehingga meneguhkan manusia sebagai penikmat utama sajian alam raya ini, dengan biosentrisme yang berpusat pada pemahaman bahwa tumbuhan dan ciptaan hidup lainnya perlu dilestarikan, demi menjaga keseimbangan kehidupan alam, dan nantinya menjaga keberadaan manusia, hingga mencapai titik keseimbangan ideal berwujud ekosentrisme, yang mengakomodasi vitalnya eksistensi dan kelangsungan alam dan manusia. Hal ini membuat pemerintah menjadi gamang untuk memutuskan hendak berdiri pada pihak mana, untuk selanjutnya menentukan arah kebijakan pengelolaan lingkungan hidup di nusantara, apakah mempertahankan kelestarian alam, memberi karpet merah kepada manusia, atau menjadi menjadi wasit di antara keduanya.

Pertanyaan yang hampir senada dengan pengelolaan sumberdaya alam juga sebenarnya secara kritis dapat diadaptasi pada kehidupan perekonomian negeri ini. Negeri yang katanya bangga dengan sistem ekonomi yang lahir dari rahimnya sendiri yakni “Ekonomi Pancasila”. Demikianlah jargon yang selalu dijejalkan ke dalam kepala setiap orang sejak rezim P4, tapi terbukti rontok tidak berdaya melawan badai krisis moneter pada akhir 1990-an.

Sebenarnya yang sedang berjalan adalah mekanisme kapitalistik,  sistem ini menggilas negara, ekonomi pancasila tidak punya daya apa-apa. Lalu bagaimana dengan saat ini, apakah masih sama dengan kondisi parah seperti yang terjadi 20 tahun yang lalu ? Atau bahkan seperti 50 tahun yang lalu ?. Menaruh perhatian pada sisi seperti ini menjadi hal yang pakem dengan menjadikan sistem sebagai intrumen yang perlu ditelisik, agar bekerja efektif dalam menanggulangi berbagai ketidakpastian yang setiap saat dapat saja muncul.

Baik pada bidang energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup serta bidang perekonomian, memiliki banyak persoalan yang perlu ditelaah dan dicarikan solusinya. Namun begitu upaya mahasiswa Islam dengan daya yang seadanya melalui rutinitas kajian yang berfokus pada kontribusi inti persoalan patutlah menuai apresiasi.[]

[Tulisan ini dibuat sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya Focus Group Discussion oleh Komisi Energi Sumberdaya Mineral serta Lingkungan Hidup dan Komisi Perekonomian PB HMI pada 06 – 07 April 2017 di Jakarta].

Penulis: La Ode Rauda Manarfa

Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam

About Author

redaksi

redaksi

redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment