HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Menerka Langkah Mahasiswa Islam Dalam Advokasi Energi dan Ekonomi

Menerka Langkah Mahasiswa Islam Dalam Advokasi Energi dan Ekonomi
April 07
02:22 2017

HMINEWS.COM, Indonesia sejak awal merdeka sangat tergantung kepada “luar”, hal ini terjadi hampir dalam berbagai bidang tidak terkecuali pada usaha pengelolaan sumberdaya alam dan lingkungan hidup. Kini di usia negara yang sepuh masih diklaim oleh sejumlah pihak memiliki kondisi yang sama ketika masa awal proklamasi. Pendapat ini tidak sepenuhnya salah, pada kenyataannya masih dapat disaksikan.

Ada yang berkeras agar negara ini berdiri di atas kakinya sendiri, ada pula yang menjegalnya mulai dari tataran gagasan hingga aplikasi. Beberapa pertanyaan seperti bagaimana dunia pengelolaan energi dan sumber daya alam Indonesia terkini, apa masalahnya, apa alternatif solusinya, bagaimana seharusnya, mengapa sampai saat ini Indonesia belum dapat setara dengan negara-negara lain dalam hal kemandirian energi dan sumberdaya alam, lalu menjadi secuil cahaya guna mengetahui seperti apa kondisi alur terjal yang ada pada bidang ini.

Belum lagi adu paradigma pengelolaan lingkungan hidup, melalui antroposentrisme yang berpolar pada manusia, sehingga meneguhkan manusia sebagai penikmat utama sajian alam raya ini, dengan biosentrisme yang berpusat pada pemahaman bahwa tumbuhan dan ciptaan hidup lainnya perlu dilestarikan, demi menjaga keseimbangan kehidupan alam, dan nantinya menjaga keberadaan manusia, hingga mencapai titik keseimbangan ideal berwujud ekosentrisme, yang mengakomodasi vitalnya eksistensi dan kelangsungan alam dan manusia. Hal ini membuat pemerintah menjadi gamang untuk memutuskan hendak berdiri pada pihak mana, untuk selanjutnya menentukan arah kebijakan pengelolaan lingkungan hidup di nusantara, apakah mempertahankan kelestarian alam, memberi karpet merah kepada manusia, atau menjadi menjadi wasit di antara keduanya.

Pertanyaan yang hampir senada dengan pengelolaan sumberdaya alam juga sebenarnya secara kritis dapat diadaptasi pada kehidupan perekonomian negeri ini. Negeri yang katanya bangga dengan sistem ekonomi yang lahir dari rahimnya sendiri yakni “Ekonomi Pancasila”. Demikianlah jargon yang selalu dijejalkan ke dalam kepala setiap orang sejak rezim P4, tapi terbukti rontok tidak berdaya melawan badai krisis moneter pada akhir 1990-an.

Sebenarnya yang sedang berjalan adalah mekanisme kapitalistik,  sistem ini menggilas negara, ekonomi pancasila tidak punya daya apa-apa. Lalu bagaimana dengan saat ini, apakah masih sama dengan kondisi parah seperti yang terjadi 20 tahun yang lalu ? Atau bahkan seperti 50 tahun yang lalu ?. Menaruh perhatian pada sisi seperti ini menjadi hal yang pakem dengan menjadikan sistem sebagai intrumen yang perlu ditelisik, agar bekerja efektif dalam menanggulangi berbagai ketidakpastian yang setiap saat dapat saja muncul.

Baik pada bidang energi sumber daya mineral dan lingkungan hidup serta bidang perekonomian, memiliki banyak persoalan yang perlu ditelaah dan dicarikan solusinya. Namun begitu upaya mahasiswa Islam dengan daya yang seadanya melalui rutinitas kajian yang berfokus pada kontribusi inti persoalan patutlah menuai apresiasi.[]

[Tulisan ini dibuat sebagai bentuk apresiasi atas terselenggaranya Focus Group Discussion oleh Komisi Energi Sumberdaya Mineral serta Lingkungan Hidup dan Komisi Perekonomian PB HMI pada 06 – 07 April 2017 di Jakarta].

Penulis: La Ode Rauda Manarfa

Ketua Komisi Pendidikan dan Kebudayaan Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment