HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Warga Xinjiang Dilarang Gunakan Nama Bernuansa Islam

Warga Xinjiang Dilarang Gunakan Nama Bernuansa Islam
April 26
03:54 2017

HMINEWS.COM, Pasangan muslim di Cina Barat kian resah, setelah pemerintah Cina melarang anak-anak mereka menggunakan nama berbau Islam. Mereka bakal mengalami kesulitan bila masuk pendidikan dan mendapatkan tunjungan pemerintah jika melanggar larangan itu.

Menurut laporan Radio Free Asia di Amerika Serikat, pejabat pemerintahan di kawasan Xinjiang, kediaman bagi sekitar 23 juat umat Islam di Cina, mengeluarkan daftar nama bayi terlarang di tengah tekanan terhadap umat muslim di sana.

Nama-nama bayi di Xinjiang seperti Islam, Quran, Saddam dan Mekah atau yang mengacu ke simbol bulan sabit tidak bisa diterima oleh Partai Komunis Cina.

“Nama anak yang menggunakan simbol Islam ditolak dan tidak mendapatkan akses layanan sosial, perawatan kesehatan serta pendidikan,” tulis Guardian.

Keputusan Partai Komunis Cina ini ditentang oleh kelompok hak asasi kaum Uighur karena membatasi secara ketat kebebasan beragama dan berekspresi.

Pemerintah Cina juga melarang pria berjanggut, sedangkan kaum perempuan tidak boleh mengenakan tutup wajah di Xinjiang.

“Kebebasan beragama di Xinjiang sangat memprihatinkan,” kata Sophie Richardson, Direktur Human Rights Watch, dalam sebuah pernyataan.

Bulan lalu, pihak berwenang di Xinjiang memperluas pelarangan bagi kaum muslim di sana, termasuk menolak kaum perempuan menutup wajah di stasiun kereta api dan bandar udara.

Sumber: Guardian

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment