HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Partai Politik Pasca Reformasi Mengalami Kegagalan

Partai Politik Pasca Reformasi Mengalami Kegagalan
March 22
14:36 2017

HMINEWS.COM, Pasca reformasi, partai politik yang berkompetisi dalam pemilu, dianggap tak memiliki komitmen, mereka juga tak memiliki ideologi yang jelas, parpol sangat tergantung pada figur, ketergantungan pada figur menyebabkan parpol tak bisa maju. Hal tersebut terungkap dalam FGD yang digelar Pusat Pengkajian Strategi Nasional (PPSN), bekerjasama dengan Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL).

“Penguatan partai politik pasca reformasi mengalami kegagalan dibandingkan dengan partai politik awal kemerdekaan, partai politik awal kemerdekaan memIliki ideologi dan komitmen yang jelas” ungkap Guru Besar Ilmu Hukum UI, Prof.Dr.Satya Arinanto,SH.MH, Senin (22/3).

“Partai politik pasca reformasi sangat tergantung kepada figur, sangat sentralistis, kecenderungan politik dinasti masih sangat kuat, kualitas visi partai rendah” tambahnya.

Dalam sistem demokrasi, jantungnya terletak pada partai politik, oleh sebab itu pembenahan terhadap partai politik dianggap sangat penting, figur pemimpin diproduk oleh parpol, bukan sistem, sistem hanya melahirkan penguasa.

“Pertanyaan mendasar apa yang salah dengan sistem pemilu kita? Kalau kita berbicara demokrasi maka jantungnya ada pada partai kita, kita tidak mungkin mendapatkan figur yang kompatibel kalau kita tidak memperbaiki partai kita” jelas Prof. Dr. Siti Zuchro,MA. Peneliti Senior Pusat Penelitian Politik LIPI yang juga hadir selaku narasumber.

Partai politik seharusnya berani mendorong nilai-nilai politik baru, misalnya berani mundur dari jabatannya bila gagal memimpin, nilai seperti ini diyakini penting dalam rangka meningkatkan kualitas paratai politik, sekaligus menumbuhkan kembali kepercayaan rakyat terhadap parpol.[]

About Author

redaksi

redaksi

kirim tulisan anda ke: redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment