HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Mahfud MD Sebut KAHMI dan HMI Tegas Mempertahankan Pancasila

Mahfud MD Sebut KAHMI dan HMI Tegas Mempertahankan Pancasila
February 07
21:28 2017

HMINEWS.COM,  Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI), Prof. Mahfud MD mengatakan saat ini banyak yang menilai bahwa HMI organisasi radikal dan intoleran.

Menjawab pernyataan itu, Mahfud mengatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi dasar negara masih kokoh dan tidak ada yang bisa menggoyahkan termasuk HMI.

“KAHMI dan HMI memiliki sikap tegas mempertahankan Pancasila dan tidak pernah melakukan sikap diskriminatif karena bangsa Indonesia didirikan berdasar Bhinneka Tunggal Ika,” kata Mahfud saat Acara Napak Tilas 70 tahun HMI di Yogyakarta, Minggu (5/2).

Sementara tokoh senior HMI Ir Akbar Tanjung mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk kontemplasi karena HMI kembali ke pusat kelahirannya.

Akbar melanjutkan, HMI yang lahir di Yogyakarta pada 5 Februari 1947 telah banyak melahirkan tokoh yang menjadi pemimpin kebangsaan dan keindonesiaan.

“Selain bergerak di kebangsaan, HMI juga ingin menegakkan dan mengembangkan ajaran Islam yang rahmata lil alamin,” ujar Akbar.

Lebih lanjut, menurut Akbar, Islam yang di using oleh HMI adalah Islam moderat dan memiliki orientasi kemajuan.

“Islam yang toleran dan menghormati kemajemukan,” tegas Akbar.

Kedua alumni tersebut sepakat bahwa KAHMI dan HMI akan terus berupaya mewujudkan Indonesia yang selama ini dicita-citakan oleh Pembukaan UUD 1945.

Napak Tilas Perjuangan HMI tersebut diawali dengan jalan sehat melewati sejumlah ruas jalan yang bersejarah dalam kelahiran HMI.

Seperti halnya Alun-alun Utara sebagai markas Laskar Ampera Aris Margono yang dikomandani anggota HMI Pamudya Lubis, Pertigaan Alun-alun dan Jalan Yudonegaran (Ibu Ruswo) yang menjadi tempat berdarah akibat hadangan HMI dibantu umat Islam pada Belanda.

Selain itu, Jalan Secodiningratan tempat gedung Sekolah Tinggi Islam (STI) markas berdirinya HMI, Jalan KH Ahmad Dahlan yang di seberang Hotel Yogya Kembali ada tulisan No 6 dengan ruang berukuran 3×6 meter sebagai sekretariat pertama HMI.

Juga melewati persimpangan Jalan KH Ahmad Dahlan sebagai tempat berdarah karena anggota HMI diserang PKI dan CGMI dibantu oknum KKO serta Jalan Dagen No 16 yang sejak 1967 menjadi sekretariat HMI Cabang Yogyakarta pertama.

Kegiatan ini diikuti ratusan peserta yang berasal dari berbagai penjuru nusantara.

About Author

Redaksi

Redaksi

Redaktur di hminews.com. Kirim tulisan anda di email Redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment