HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Mahasiswa Lombok Korban Diksar Mapala UII, Ini Kata Wagub NTB

Mahasiswa Lombok Korban Diksar Mapala UII, Ini Kata Wagub NTB
January 25
23:41 2017

Mataram, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) H Muhammad Amin menyesalkan meninggalnya Ilham Nurpadmy Listia Adi (20) yang turut menjadi korban usai mengikuti kegiatan pendidikan dasar mahasiswa pecinta alam UII Yogyakarta di Lereng Gunung Lawu.

’’Tentu kita marah ada mahasiswa kita yang meninggal karena di aniaya. Jauh-jauh pergi kuliah menuntut ilmu agar masa depan gemilang. Tetapi malah dipukuli seniornya,” kataWakil Gubernur NTB, H Muhammad Amin di Mataram, Rabu (25/1).

Menurut Amin, penganiayaan yang diduga dilakukan para senior Mapala kepada juniornya merupakan perbuatan primitif dan tindakan kriminal.Karena itu, Amin menilai sangat tidak pantas tindakan kekerasan dan penyiksaan dilakukan oleh mahasiswa yang berpredikat intelektual.”Ini nyawa manusia, kok gampangnya. Kita tentu bangga ada organisasi pencinta alam, tetapi cintai juga dong manusia,” tegasnya.

Kendati demikian, Wagub sendiri tidak menyalahkan organisasi Mapala. Dia yakin semua organisasi mahasiswa didirikan dengan tujuan yang baik. Namun, oknum-oknum Mapala yang melakukan kekerasan harus segera diadili. Masyarakat, terutama keluarga korban harus mendapatkan rasa keadilan.

Dalih menegakkan kedisiplinan, sangat tidak masuk akal menggunakan cara-cara kekerasan. Karenanya, Amin menegaskan apa yang dilakukan oknum Mapala terhadap juniornya, sangat tidak manusiawi. Apalagi sampai tubuh orang terluka parah dan berdarah.

Tidak hanya oknum yang ada di Mapala, pihak kampus juga harus bertanggung jawab. Pasalnya, kampus memiliki wewenang untuk melakukan pengawasan.”Harus ada pertanggungjawaban pihak kampus, mengapa kekerasan seperti itu terjadi kok bisa kekerasan ini terjadi,” ujarnya.

Rektor UII menurut Wagub juga harus dievaluasi secepatnya. Tragedi berdarah yang telah menelan korban jiwa tidak boleh dianggap peristiwa biasa. Semua pihak terkait, mulai dari kampus, pengurus Mapala, panitia Pelatihan Dasar (Diksar) harus diproses hukum. “Yang jelas ini harus diusut tuntas, jangan lagi ada kekerasan. Saya bisa bayangkan bagaimana perasaan keluarga korban, keadilan harus didapatkan,” tegas Wagub.

Sebagai bentuk keseriusan Pemprov, Wagub berencana akan berkunjung lansung ke rumah keluarga korban di Desa Pringgasr. Setidaknya, untuk memberikan dukungan moril bagi orangtua yang ditinggalkan korban.[] Antara.

About Author

Redaksi

Redaksi

Redaktur di hminews.com. Kirim tulisan anda di email Redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment