HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Aksi 04 November, Ini Siaran Pers PB HMI MPO

Aksi 04 November, Ini Siaran Pers PB HMI MPO
November 03
07:12 2016

HMINEWS.COM, Jakarta– Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) akan turun aksi pada 04 November 2016 besok, untuk menuntut penegakan hukum atas kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok). Berikut Siaran Persnya.

Pernyataan Sikap PB HMI-MPO (Majelis Penyelamat Organisasi)
Tentang Rencana Aksi 4 November 2016

“Desak Penegakan Hukum Atas Penistaan Agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok)”

Situasi nasional Indonesia sedang berada pada situasi yang sangat memanas menjelang tanggal 04 november 2016.  Pernyataan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) yang mengucapkan beberapa kalimat berkenaan dengan QS Al Maidah ayat 51 telah memicu sikap umat Islam di Indonesia. Persoalan ini menjadi penting karena berkaitan dengan marwah agama Islam. Islam yang telah hadir di nusantara sejak abad ke-7 EB melalui serangkaian upaya dakwah terus menerus dan lestari, memiliki peran besar dalam membawa perbaikan – perbaikan untuk nusantara.

Fansur dan Singkil telah lama dikenal sebagai pusat peradaban, kejayaan kesultanan-kesultanan Islam seperti Samudra Pasai, Aceh, Demak, Mataram, Ternate, Palembang, serta daerah lainnya bergantian menghadapi penjajah asing yang hadir di nusantara sebagai satu kesadaran umat. Dalam perkembangannya, semangat keumatan itulah juga yang memicu kebangkitan nasional dalam tonggak sejarah Indonesia modern.

Dalam perjalanan sejarahnya, umat Islam di Indonesia sebagai pendududk mayoritas memiliki peranan dominan dalam ishlah di negeri ini. Pada masa awal kemerdekaan 1945, era Orde lama, era Orde baru dan era Reformasi 1998. Dalam periode-periode tersebut peran umat islam sebagai masyarakat mayoritas selalu memainkan peran yang signifikan dalam perbaikan negeri.

Sebagai generasi muda Islam Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menyadari bahwa Islam sejak didakwahkan oleh baginda Rasulullah SAW pada abad ke-7 EB silam merupakan agama wahyu yang diturunkan SWT sebagai petunjuk jalan umat manusia. Petunjuk tersebut berupa Al-Qur’an dan Al-Hadits. Kedua sumber utama dalam Islam tersebut menjadi pandangan dunia (Worldview) yang syumul (sempurna) di dalamnya terkandung nilai-nilai tentang ketuhanan, kemanusiaan, kebenaran, keikhlasan, keimanan, ketaqwaan, keadilan dan nilai-nilai luhur lainnya.

Adalah tidak tepat sebuah sikap yang dengan sengaja menista nilai-nilai luhur yang telah menjadi akar ke-Indonesiaan kita dan mencoba untuk merusak keberagaman dan kedamaian masyarakat serta merobek tenun kebangsaan yang selama ini dijaga. Negara harus bersikap tegas menjalankan kepastian hukum tanpa tebang pilih.

Berdasarkan kesadaran dan tanggung jawab sebagai generasi muda Islam Indonesia tersebut, PB HMI menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Dengan segala kewenangan dan kebijaksanaan yang dimiliki, Presiden Joko Widodo harus dapat memastikan berjalannya proses hukum terhadap kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
  2. Demi keadilan dan tegaknya hukum, Kepolisian Republik Indonesia harus bersikap tegas dan serius dalam memproses kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
  3. Menyerukan kepada umat Islam agar bergerak atas dasar akidah dan solidaritas terhadap penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
  4. Menyerukan kepada umat Islam untuk menjadikan aksi 04 November 2016 sebagai momentum konsolidasi persatuan umat Islam dalam menjaga keutuhan NKRI.
  5. Menghimbau kepada seluruh media agar bersikap objektif dalam mewartakan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok).
  6. Menginstruksikan kepada HMI Cabang Se- Indonesia untuk melakukan aksi damai secara serentak di cabang masing-masing pada tanggal 04 November 2016 atas penistaan agama oleh Basuki Tjahja Purnama (Ahok).

Muhammad Fauzi                                      Endri Soemantri
Ketua Umum                                             Sekretaris Jenderal

 

About Author

Redaksi

Redaksi

Redaktur di hminews.com. Kirim tulisan anda di email Redaksi@hminews.com

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment