HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Kongres ke-30 HMI MPO Lahirkan Gagasan Untuk Umat dan Bangsa

Kongres ke-30 HMI MPO Lahirkan Gagasan Untuk Umat dan Bangsa
November 21
12:27 2015

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) baru saja menyelenggarakan Kongres Ke XXX. Kongres ini dilaksanakan pada 12 – 19 November 2015 di Kabupaten Tangerang, Banten.

Hasil kongres ini menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar HMI MPO 2013-2015, menghasilkan sejumlah rekomendasi dan program kerja, serta menghasilkan Ketua Umum PB HMI MPO yang baru (periode 2015-2017) Muhammad Fauzi. Pembahasan demi pembahasan dalam kongres berlangsung alot namun tetap dalam suasana kekeluargaan.

Sebagai Ketua Umum terpilih Muhammad Fauzi berharap kepada seluruh kader HMI MPO se-Indonesia tetap solid dalam satu barisan untuk mengawal hasil kongres. Forum kongres selain menjadi memilih pemimpin dua tahun kedepan juga sebagai ajang konsolidasi nasional bagi seluruh cabang HMI MPO se-Indonesia.

“Ada tiga poin penting yang akan didorong oleh HMI MPO ke depan. Pertama, mendorong kedaulatan nusantara, kedua, menjadikan HMI sebagai pusat keunggulan bangsa, ketiga, mendukung tumbuhnya Islam yang ramah, toleran, dan terbuka,” ujar Muhammad Fauzi.

Muhammad Fauzi yang juga merupakan mahasiswa program pasca sarjana ilmu politik Universitas Indonesia menjelaskan terkait tiga poin tersebut.

Pertama, kedaulatan dianggap sangat urgen, kedaulatan merupakan syarat utama kemandirian bangsa, kedaulatan akan didorong pada aspek ekonomi, politik, dan budaya. Pada aspek ekonomi kedaulatan diwujudkan dengan mendorong penguatan ekonomi dalam negeri, khususnya ekonomi mikro. Pada aspek politik, bentuknya adalah mendorong kebijakan politik pro-rakyat, bukan malah menguntungkan segelintir elit, mendorong pemerintah agar keluar dari tekanan politik negara adidaya, dalam dimensi budaya, menghidupkan kembali kearifan lokal sebagai ciri khas budaya Indonesia, di sisi lain, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk meredam agresifitas budaya global yang berpotensi mengikis budaya lokal kita.

Kedua, menjadikan HMI sebagai pusat keunggulan bangsa, hal tersebut sangat rasional dan realistis, HMI punya modal besar untuk mewujudkan hal tersebut. Modal tersebut berasal dari para kader HMI Se Indonesia, keragaman latar belakang akademik, penguasaan wacana keilmuan dan gerakan, merupakan jaminan guna mewujudkan agenda besar ini, hal tersebut semakin diperkuat dengan pengalaman lapangan yang didapatkan dalam organisasi, jadi formulasinya adalah, kader HMI mapan secara akademik, menguasai wacana keilmuan dan gerakan serta memiliki pengalaman lapangan yang layak.

Ketiga, mendukung tumbuhnya Islam yang ramah, toleran, dan terbuka, hal ini dianggap penting mengingat Indonesia adalah negara multi kultural, yang menghargai keberagaman, perlu mendudukkan Islam dan Negara dalam kerangka saling melengkapi. Hal ini juga sebagai manifestasi dari Islam rahmatan lilalamin. Pada posisi ini Islam tidak dijadikan sebagai hamba keberagaman, tetapi Islam menjadi pengarah keberagaman, hasilnya adalah keberagaman yang mampu dipertanggungjawabkan, Islam terbuka merupakan nafas penyebaran Islam di Nusantara.

Dedy Ermansyah

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment