HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Kongres ke-30 HMI MPO Lahirkan Gagasan Untuk Umat dan Bangsa

Kongres ke-30 HMI MPO Lahirkan Gagasan Untuk Umat dan Bangsa
November 21
12:27 2015

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) baru saja menyelenggarakan Kongres Ke XXX. Kongres ini dilaksanakan pada 12 – 19 November 2015 di Kabupaten Tangerang, Banten.

Hasil kongres ini menyatakan menerima laporan pertanggungjawaban Pengurus Besar HMI MPO 2013-2015, menghasilkan sejumlah rekomendasi dan program kerja, serta menghasilkan Ketua Umum PB HMI MPO yang baru (periode 2015-2017) Muhammad Fauzi. Pembahasan demi pembahasan dalam kongres berlangsung alot namun tetap dalam suasana kekeluargaan.

Sebagai Ketua Umum terpilih Muhammad Fauzi berharap kepada seluruh kader HMI MPO se-Indonesia tetap solid dalam satu barisan untuk mengawal hasil kongres. Forum kongres selain menjadi memilih pemimpin dua tahun kedepan juga sebagai ajang konsolidasi nasional bagi seluruh cabang HMI MPO se-Indonesia.

“Ada tiga poin penting yang akan didorong oleh HMI MPO ke depan. Pertama, mendorong kedaulatan nusantara, kedua, menjadikan HMI sebagai pusat keunggulan bangsa, ketiga, mendukung tumbuhnya Islam yang ramah, toleran, dan terbuka,” ujar Muhammad Fauzi.

Muhammad Fauzi yang juga merupakan mahasiswa program pasca sarjana ilmu politik Universitas Indonesia menjelaskan terkait tiga poin tersebut.

Pertama, kedaulatan dianggap sangat urgen, kedaulatan merupakan syarat utama kemandirian bangsa, kedaulatan akan didorong pada aspek ekonomi, politik, dan budaya. Pada aspek ekonomi kedaulatan diwujudkan dengan mendorong penguatan ekonomi dalam negeri, khususnya ekonomi mikro. Pada aspek politik, bentuknya adalah mendorong kebijakan politik pro-rakyat, bukan malah menguntungkan segelintir elit, mendorong pemerintah agar keluar dari tekanan politik negara adidaya, dalam dimensi budaya, menghidupkan kembali kearifan lokal sebagai ciri khas budaya Indonesia, di sisi lain, mendorong seluruh elemen masyarakat untuk meredam agresifitas budaya global yang berpotensi mengikis budaya lokal kita.

Kedua, menjadikan HMI sebagai pusat keunggulan bangsa, hal tersebut sangat rasional dan realistis, HMI punya modal besar untuk mewujudkan hal tersebut. Modal tersebut berasal dari para kader HMI Se Indonesia, keragaman latar belakang akademik, penguasaan wacana keilmuan dan gerakan, merupakan jaminan guna mewujudkan agenda besar ini, hal tersebut semakin diperkuat dengan pengalaman lapangan yang didapatkan dalam organisasi, jadi formulasinya adalah, kader HMI mapan secara akademik, menguasai wacana keilmuan dan gerakan serta memiliki pengalaman lapangan yang layak.

Ketiga, mendukung tumbuhnya Islam yang ramah, toleran, dan terbuka, hal ini dianggap penting mengingat Indonesia adalah negara multi kultural, yang menghargai keberagaman, perlu mendudukkan Islam dan Negara dalam kerangka saling melengkapi. Hal ini juga sebagai manifestasi dari Islam rahmatan lilalamin. Pada posisi ini Islam tidak dijadikan sebagai hamba keberagaman, tetapi Islam menjadi pengarah keberagaman, hasilnya adalah keberagaman yang mampu dipertanggungjawabkan, Islam terbuka merupakan nafas penyebaran Islam di Nusantara.

Dedy Ermansyah

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment