HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...

Sejumlah Pakar dan Peneliti Hadiri LK2 HMI Yogya

Sejumlah Pakar dan Peneliti Hadiri LK2 HMI Yogya
October 16
15:47 2015
Suasana LK2 HMI MPO Yogyakarta

Suasana LK2 HMI MPO Yogyakarta

HMINEWS.Com – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI MPO) Cabang Yogyakarta menggelar Latihan Kader 2 (LK2) atau intermediate training. Acara ini diselenggarakan di Pesantren Darul Ulum Potorono, Bantul, mulai Selasa (13/10/2015).

Pelaksana atau panitia LK2 ini adalah HMI Komisariat FE UII, dengan ketua panitianya Abdullah Rosyid Wicaksono. Sedangkan peserta berjumlah 46 kader.

Menurut pemandunya, sejumlah pemateri yang telah mengisi LK2 ini di antaranya ada Suwarsono Muhammad (mantan Penasehat KPK) yang menyampaikan materi Integrasi Ekonomi; ada Al Makin, M.Phil (dosen UIN Yogya) yang menyampaikan materi Struktur Masyarakat Modern; serta Ki Herman Sinung Janutama (Peneliti Balai Kajian Sejarah Kebudayaan Islam di Nusantara), yang memaparkan “Ekonomi Kelautan Sebagai Identitas Kebangsaan.”

Untuk Herman Sinung, berbicara soal Jalur Sutra Laut, yang merupakan jalur pelayaran dan perniagaan dunia yang di dalamnya bangsa Nusantara dahulu mengambil peran.

“Menurut sejarawan China, Chu Ku Fei pada 1178 M yang mencatat tiga negeri terkaya di dunia yaitu Ta Ce (Aceh) dan Sanfotsi di Swarnabhumi (Sumatra) dan Chopo (Jawa),” paparnya.

Selain itu ada fakta kekinian yang menunjukkan mengapa perekonomian kelautan kita tidak berkembang, karena kapal-kapal banyak yang tidak terkena pajak di Indonesia. Dan itu menurutnya terjadi karena beberapa negara yang telah mengatur bagaimana pajak-pajak itu tidak dipungut di kelautan di Indonesia.

“Kita sering menggunakan teori-teori barat untuk mengenali budaya kita, sedangkan kita sebenarnya memiliki peninggalan-peninggalan penting di Indonesia, melalui artefak2 candi, dan lain-lain” ungkapnya.

Nah dari sini ia juga meneliti bahwa Nusantara ini adalah budaya yang unggul dengan meneliti dari beberapa artefak langsung.

Sabil, HMI MPO Farmasi UII

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment