HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Gempa Sulteng, PB HMI Buka Posko dan Instruksikan Aksi Nasional HMINEWS.COM- Bencana gempa dan tsunami yang melanda wilayah Sulawesi Tengah Terbatas Palu dan Donggala telah menelan korban jiwa dan sampai saat ini terus bertambah. Ketua UmumPengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam...
  • Kohati Pekanbaru Rayakan HUT RI ke 73 bersama anak Panti   HMINEWS.COM- Korp HMI-wati (Kohati) cabang Pekanbaru meyarakan HUT RI -73 bersama anak-anak panti asuhan Al-hasanah di Pandau Pekanbaru pada 18-19 Agustus 2018  Ini merupakan kesekian waktu Kohati cabang Pekanbaru,...
  • Vakum sejak 2011, Pengurus HMI Cabang Jepara Akhirnya Dilantik HMINEWS.COM – Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jepara periode 2018-2019 sukses menggelar pelantikan pada Sabtu (28/7/2018) bertempat di gedung Shima Jepara, Jawa Tengah. Sebanyak 17 orang pengurus HMI Cabang Jepara...
  • OTT Kalapas dan Praktek Permisif Masif di Lembaga Pemasyarakatan Oleh: Zunnur Roin * OPINI, HMINEWS.COM -Konferensi Nasional Kepenjaraan d i Lembang Bandung, Tanggal 27 April 1964 telah mengubah wajah penghukuman terhadap narapidana di negeri ini. Konferensi tersebut diikuti oleh...
  • ‘Mahalnya’ Demokrasi Kita   Oleh: Laode Yayan * HMINEWS.COM-Betapa mahalnya demokrasi kita saat ini. Untuk pemilu legislatif, ada kelompok yang menghasilkan uang sebanyak mungkin untuk setiap calon legislatifnya.  Demokrasi tidak sebatas pemilu yang...

Temu Sastra, Karya 100 Penyair Indonesia-Malaysia Dibukukan

Temu Sastra, Karya 100 Penyair Indonesia-Malaysia Dibukukan
September 23
12:55 2015

HMINEWS.Com – Kawah Putih kawasan Cibidey menjadi saksi berakhirnya Temu Sastra Indonesia-Malaysia (TSIM) ke-3 yang berlangsung 18-20 September 2015 di Bandung, Jawa Barat.

Kunjungan peserta ke objek wisata yang ramai pengunjung itu merupakan wisata budaya yang menjadi salah satu bagian kegiatan TSIM selain seminar internasional bahasa dan sastra Melayu di FIB Unpad, serta malam baca puisi di Kampung Pa’go Cibidey.

Secara resmi TSIM dibuka Jumat (18/9/2015) di NuArt Gallery dan ditutup Ahad (20/9). Sebanyak 100 penyair dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand mengikuti kegiatan itu. Pada kesempatan tersebut diluncurkan buku antologi puisi “Syair Persahabatan Dua Negara” karya 100 penyair Indonesia-Malaysia.

Seminar Internasional bertajuk “Bahasa dan Sastra Negara Serumpun dalam Perspektif Sejarah dan Masa Depan” dihelat di Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran dan diikuti 250 peserta dari Indonesia, Malaysia, China, Korea, dan Jepang.

Seminar tersebut menampilkan pembicara utama dari Indonesia, yaitu Dr. Maman S. Mahayana (Universitas Indonesia), Dr. Wahya, M.Hum dan Dr. Muhammad Adji (Universitas Padjadjaran).

Sementara pembicara dari Malaysia yaitu SN. Dato Dr. Ahmad Khamal Abdullah (Universiti Putra Malaysia dan Presiden Numera), Prof. Madya Arba’ie bin Sujud, PhD (Universitas Putra Malaysia), dan Dr. Raja Rajeswari Seetha Raman (Institut Pendidikan Guru Kampus Bahasa Melayu Malaysia). Acara dipandu Dr. Enung Nurhayati, MA., Ph.D yang juga Ketua Panitia Lokal TSIM.

Di tempat terpisah, di malam apresiasi sastra di Kampung Pa’go, pemakalah pendamping juga mempresentasikan pokok-pokok pikirannya, yaitu Hasyuda Abadi (Malaysia), Abizai (Malaysia), Dr. Wannofri Samry (Indonesia), dan La Ino (Indonesia). Sesi ini dimoderatori Muhammad Subhan, pegiat Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Jamuan makan malam dan pembacaan puisi berlangsung meriah di Kampung Pa’go Cibidey, Sabtu (19/9), malam. Dipandu penyair “Galodo” asal Sumatera Barat, Syarifuddin Arifin, tampil membaca puisi Shirley Idris, Raja Rajeswari, Abizai, Arba’ie bin Sujud (Malaysia), Hasboulah, Nawawie (Thailand), Soni Farid Maulana, Wannofri Samry, Syarifuddin Arifin, Nani Tandjung, Akhmad Taufiq, Enung Nurhayati, Yurnaldi, Muhammad Subhan, Moh. Ghufron Cholid, Dimas Indiana Senja, Ebramsyah Barbarey, Kurniawan Junaedi, Dino Umahuk (Indonesia), dan sejumlah nama lainnya.

Antusias Peserta

Ketua Panitia TSIM Dra. Hj. Sastri Yunizarti Bakry, Akt., Msi., CA., mengatakan, antusias peserta dan pemakalah TSIM ke-3 cukup besar. Selain jumlah peserta yang hadir, juga terlihat dari banyaknya prosiding yang masuk.

“Namun, karena keterbatasan waktu, prosiding seminar internasional hanya membukukan sebanyak 12 makalah sastra dan bahasa dari Indonesia, Malaysia dan Thailand,” ujar Sastri Bakry, Selasa (22/9).

Hal menarik disampaikan Maman S. Mahayana menyikapi usaha memajukan dan mengakrabkan kesusasteraan Indonesia-Malaysia, yaitu melakukan penerjemahan karya sastra Indonesia-Malaysia dan sayembara kepenulisan kedua negara. Selain itu memperbanyak usaha penerbitan buku kedua negara.

“Penting juga dipertimbangkan pendirian sebuah bangunan bernama sastra serumpun sebagai pintu masuk untuk menciptakan kesepahaman tentang keberagaman budaya masing-masing dengan tetap dilandasi atau dijiwai semangat keserumpunan,” ujarnya. (rel)

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment