HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pengurus Besar HMI Resmi Dilantik HMINews.com-Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB-HMI) MPO periode 2018-2020 resmi dilantik di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat, Sabtu (6/2018) lalu. Dalam pelantikan tersebut, Pengurus PB HMI dikukuhkan langsung oleh Ketua...
  • Masyarakat Papua Sambut Hangat Kongres HMI ke-31 HMINEWS.COM – Kongres HMI ke-31 sukses dibuka di gedung Aimas Convention Centre (ACC) kabupaten Sorong pada Minggu 28 Januri 2018. Kongres kali ini mengangkat tema “HMI untuk umat dan bangsa; merawat generasi...
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...

Nikmat Kemerdekaan

Nikmat Kemerdekaan
August 24
07:07 2015

Membaca catatan Sidang BPUPKI, buku Yudi Latief ‘Negara Paripurna’ dan ‘Intelegensia dan Kuasa,’ dan beragam tulisan sejarah sekaligus biografi ataupun otobiografi para pendiri bangsa, kini ditambah film Soekarno (terlepas dari kontroversi pribadi sosok Sang Proklamator yang difilmkan), rasa-rasanya saya mulai menemukan makna, kata ini:

“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.”

Kemerdekaan ini bukan karena pemberian Jepang, bukan pula atas pemberian AS yg membantu kalahkan Jepang, bukan pula karena Soekarno dan Hatta, bukan pula karena kenekatan-kenekatan para pemuda seperti Soepriadi, tapi hanya karena berkat dan rahmat Allah serta dorongan dari keingin luhur setiap orang yang berjasa. Soekarno, Hatta, Syahrir dan semua orang sampai kampung-kampung yang punya keinginan luhur untuk kehidupan yang lebih baik,

Kata berikut yang juga menarik adalah, “Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.” Ingat ke depan pintu gerbang, geguyon Cak Nun, ya pancen durung mlebu lawange, baru di depan pintu.

Untuk sampai di depan pintunya saja tak cukup seorang pemikir dan agitator seperti Soekarno, tak cukup pula ilmuwan, pemikir macam Hatta, tak cukup pula pemikir dan politisi macam Syahrir, atau si nekat Supriadi di Blitar. Ketika mereka semua berkumpul dan bersatu dengan rakyat itu pun baru sampai pintu gerbangnya, nah, kita ini generasi yang dituntut untuk membuka gerbang dan masuk. Itu jalan panjang yang harus dimulai dari setiap kita untuk memilih peran dan memilih tanggung jawab, karena kita tak akan pernah dituntut siapapun untuk memperjuangkan dan bertanggung jawab atas bangsa ini, tapi setiap kita perlu menuntut diri sendiri sebagai rasa syukur kita atas nikmat kemerdekaan ini.

Hafidz Arfandi

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment