HMINEWS.COM

 Breaking News
  • Pancasila dan Pembubaran Ormas Radikal Belakangan ini wacana pembubaran organisasi yang (dianggap) menentang Pancasila ramai dibicarakan. Presiden Joko Widodo pada tanggal 5 Mei, usai memberi sambutan dalam acara Mukernas dan Halaqah Nasional Himpunan Pengusaha Nahdliyin di Pondok Pesantren As-Tsaqafah, Jakarta menyampaikan bahwa wacana pembubaran itu sedang dikalkulasi oleh menkopolhukam....
  • PB HMI Sambut Baik Vonis Terhadap Ahok HMINEWS.COM, Vonis dua tahun penjara yang dijatuhkan Majelis Hakim terhadap terdakwa Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mendapat tanggapan dari PB HMI MPO. Direktur Eksekutif Lembaga Kekaryaan Bantuan Hukum (LKBH) PB HMI,...
  • Solusi Ideal Stagnasi Pendidikan Indonesia Suatu hari di tahun 2017, seorang guru yang ditugaskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, untuk mengajar di sebuah daerah perbatasan Indonesia – Malaysia di daratan Kalimantan, merekam empat...
  • Hoax Semakin Meresahkan HMINEWS.COM, Berita hoax yang beredar di media sosial dinilai sudah sangat meresahkan, banyak netizen yang telah menjadi korbannya, kecenderungan netizen yang terlalu mudah membagi informasi tanpa verifikasi awal, turut membantu...
  • Siap Lawan Koruptor, PB HMI Kunjungi Novel Baswedan HMINEWS.COM, Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI MPO) menjenguk penyidik KPK, korban serangan teror, Novel Baswdean di Rumah Sakit JEC Menteng Jakpus, Selasa (11/4). Rombongan PB HMI tersebut dipimpin...

Aktivis Penentang Orba Luncurkan Biografi

Aktivis Penentang Orba Luncurkan Biografi
August 28
14:26 2015

HMINEWS.Com – “Idealisme adalah gejala sementara yang ada pada kaum muda,” begitu kata aktivis kawakan Rahman Tolleng pada peluncuran buku biografi Judilherry Justam berjudul ‘Anak Tentara Melawan Orba’ yang diadakan di Gedung Badan PPSDM Kesehatan, Kebayoran Baru Jakarta, Kamis (27/8/2015) .

Namun ucapan Rahman Tolleng tidak terhenti di situ. Ia masih melanjutkan, “Judil adalah anomali aktivis mahasiswa,” katanya. “Gebrakan-gebrakannya tercatat sampai pada masa pasca-reformasi.” Demikianlah ia menilai Judil, seorang aktivis kawakan yang terus konsisten berada di jalur aktivisme dan tak tergiur dengan tawaran kekuasaan.

Sejak menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran UI 1967 dan bergabung dengan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), perlawanan sudah menjadi jalan yang dipilih Judil. Dari HMI hingga kemudian terlibat berbagai peristiwa, mulai dari Peristiwa Malari 1974 yang mengakibatkannya merasakan penjara Orba, bersama tokoh-tokoh lain mendirikan Petisi 50, dan terus mengkritik Orba.

Saat memimpin KAHMI Jaya (1990-1998), ia meminta Suharto turun dari jabatannya, berseberangan dengan sikap sejumlah seniornya di HMI seperti Akbar Tandjung. Setelah Reformasi bergulir, Judil tak berhenti jadi aktivis, ia tak mau pula masuk lingkaran kekuasaan sebagaimana umumnya aktivis lain yang berbondong-bondong duduk di parlemen maupun di partai politik.

Masih kata Tolleng, Judil berpegang pada nilai-nilai absolut ketimbang berpegang pada nilai etika, sehingga siapapun yang dipandang menyimpang tak luput dari sasaran kritik dan kemarahannya; pemerintah maupun senior-seniornya di HMI.

Salah satu tokoh aktivis 98, Ubedillah Badrun, mengatakan bahwa Judil adalah aktivis yang sejati dan konsisten, sesuai antara perkataan dengan perbuatannya. Judil tidak hanya berteori, tetapi ia mencontohkannya melalui tindakan.

Hal lain yang menopang independensi Judil, menurutnya, adalah bahwa Judil tidak bergantung kepada siapapun, baik senior-seniornya, maupun dalam hal keuangan, karena memang ia mempunyai usaha mandiri.

Diskusi dan peluncuran buku tersebut dihadiri ratusan orang, yang sebagiannya merupakan aktivis yang seangkatan dengan Judil, seperti tokoh Malari, Hariman Siregar; Maqdir Ismail, Mohammad Noer, serta dari kalangan yang lebih muda.

About Author

Redaksi

Redaksi

Related Articles

1 Comment

  1. REG DOL
    REG DOL September 21, 18:50

    Dimana saya bisa mendapatkan Buku tersebut ?
    Terima kasih.
    Yakin Usaha Sampai.

    Reply to this comment

Write a Comment